Tips Saat Mencukur Rambut Bayi

Cuaca sekarang lagi panas-panasnya ya Mom, bikin baby gampang banget keringetan. Saking ngerasa gerahnya, si Kecil jadi cranky waktu dipakein baju, adaa aja drama ogah-ogahan pakai baju. Nggak cuma itu aja, rambut doi yang makin gondrong dicampur keringat mengucur sukses bikin dia garuk-garuk kepala gara-gara ngerasa gatel banget tuh.

Biar aksi garuk-garuk kepalanya nggak keterusan & baby lebih nyaman menghadapi cuaca panas gini, hari ini aku dan suami memutuskan untuk mengajaknya potong rambut. Sebenernya di rumah punya alat cukur dan potong rambut lengkap sih, si papanya udah langganan aku potong sendiri rambutnya dari awal menikah dulu sampai sekarang, hehe. Tapi yaa karena Yusuf masih baby (sekarang 9bulan umurnya), rada-rada takut ngeri sendiri gitu kalau mau motong sendiri. Akhirnya kami bawa deh dia siang ini ke barbershop di pusat kota sini.

Barbershop yang kami datangi merupakan barbershop umum, bukan yang khusus anak dan bayi seperti ada di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau di Malang, yang menyediakan berbagai fasilitas dan mainan anak sambil memotong rambutnya. Di sini hanya ada beberapa barbershop umum dabnl tukang cukur konvensional Jadinya kami memilih segera bawa Yusuf ke barbershop umum aja deh, keburu dia nggak betah gatel-gatel gerah karena keringat dan rambut gondromgnya.

Awal masuk barbershop Yusuf tenang-tenang aja. Aku pastiin deh ke mas-mas tukang cukurnya, bisa nggak motong bayi? Ternyata bisa, dan jadilah kami teruskan niatan kami potong rambut Yusuf di sini. Karena kursi yang tersedia khusus orang dewasa, aku pangku dia dengan posisi menghadap cermin. Kemudian seperti tahap potong rambut biasanya, Yusuf dipakaiin jubah potong, tapi jubahnya khusus dewasa jadinya ekstra kegedean haha.

Waktu mesin cukurnya dinyalain, dia santai-santai aja. Waktu rambutnya mulai dicukur, dia tetep santai-santai aja. Waaah senengnya hati mamak jadi tenang waktu itu. Eittts baru aja diomongin dan si papa disuruh fotoin momen ini, drama pun dimulai.

Jengjeeeeng, huaaahuaa. Si Yusuf mulai nangiiiis. Gara-gara apa saudara? Bukan gara-gara takut dicukurnya, tapi gara-gara mas tukang cukur dan si papanya Yusuf ketawa. Lhah kok?! Yup, emang dari awal aku pergahatiin anakku ini pembawaannya tenang dan demen ketenangan. Dia nggak suka suara keras dan ribut yang secara tiba-tiba. Misal nih ya suara orang batuk-batuk keras tiba-tiba, orang ketawa keras tiba-tiba, bahkan bersin tiba-tiba bisa bikin dia kaget dan nangis loohh. Dan karena dia terlanjur nangis gara-gara diketawain, jadilah potong rambut disegerakan selesai dengan drama di akhir prosesnya.

Hihi gara-gara aku dan suami yang nggak tega liat baby nangis lama-lama, potongnya diudahin deh. Lumayanlah udah jadi model rambutnya gundul sisa 1/2cm udah rata, cuma sedikit yang pinggir-pinggir rambutnya perlu kita rapiin sendiri. Gak apa deh, tuh mas-mas tukang cukurnya ikut keringetan takut juga motong baby kalau lagi rewel. Alhasil waktu kita tanyain berapa biayanya, si Mas tukang cukur malah bilang terserah berapa. Lhah, merasa bersalah mungkin ya mas 😂.

Sebelum kita out dari tempat itu, rambut-rambut sisa potong yang nempel di kulit kepala dan badan Yusuf dibersiin pakai kuas dan bedak bayi. Sampai rumah, langsung deh aku mandiin & keramasin Yusuf biar nggak gatel-gatel. Abis mandi, makan, dan bubuk deh, hehe.

Nah dari pengalaman ini aku bisa berbagi beberapa tips mengajak anak, terutama bayi untuk potong rambut:
1. Pastikan mood anak lagi bagus saat akan mengajaknya potong rambut, misal: bukan saat ia rewel karena mengantuk/lapar.
2. Sounding dan ucapkan kata-kata positif dari awal tentang kegiatan yang akan dilakukan bersamanya. Misal: “Abis ini potong rambut ya, Nak. Pinter kok adek nanti tenang, santai, seneng, waktu dipotong rambutnya sebentar.”
3. Ajak anak bersenang-senang/jalan-jalan sambil bercanda di lokasi potong terlebih dahulu (sebagai tahap adaptasi dan menciptakan suasana menyenangkan) sebelum akhirnya proses potong rambut berlangsung.
4. Pastikan posisi anak aman dan nyaman saat proses potong rambut. Bila tak ada kursi khusus anak/bayi, Mommy bisa memangku sambil menenangkannya.
5. Ajak anak ngobrol atau beri mainan menarik untuk mengalihkannya dari rasa takut/enggan saat rambutnya dipotong.
6. Bila anak masih sangat kecil (newborn) atau juga bila bayi sangat rewel dan susah untuk dipotong rambutnya, maka proses memotong rambut ini bisa dilakukan saat anak tidur. Yang penting selalu pastikan anak dalam kondisi aman dan nyaman ya, Mom!

Nah, ini baru momen kedua kalinya Yusuf cukur rambut. Momen pertama dulu, saat dia masih usia selapan alias 40 hari, rambutnya dicukur abis. Waktu itu sih dicukur sendiri, alias aku dan eyangnya pelan-pelaaan nyukurnya pakai pisau cukur. Karena masih termasuk newborn jadi belum tega dibawa ke tukang cukur waktu itu. Kami bener-bener nunggu momen yang tepat waktu dia kenyang abis ngASI & tidur di pangkuan cukur rambutnya. Alhamdulillah lancar 😊 Next, kudu lebih happy ya, Dek kalau dicukur rambutnya! 😘

Leave a Reply