Tenangkan si Kecil yang Rewel

Semalam dan seharian ini merupakan hari yang cukup panjang. Tak hanya bagiku, tapi juga bagi si kecil dan suami. Si kecil yang biasanya cerah ceria, aktif, dan gampang ditidurkan (kadang malah tidur sendiri kalau sudah mengantuk), mendadak jadi super cranky. Rewel, susah tidur, dan menangis keras setiap kali berusaha kutidurkan di kasur. Bila sempat tertidur, tidurnya terlihat tak begitu nyenyak dan cepat sekali bangun lagi. Bangunnya gak tanggung-tanggung, langsung gasss kencang suara tangisnya. Dia juga maunya nempeeel terus sama aku, maunya juga mimik terus.

Hiks sedih dan nggak tega liatnya. Kenapa yaa? Ada apa ya dengannya? 😭😒

Aku yang baru punya anak pertama pastinya sempat panik dan khawatir dengan keadaan anak semata wayangku ini. Begitu juga dengan suami, sama-sama awam dengan penyebab kerewelan buah hati kami. Tapi dibalik campur-aduknya perasaan ini, sebagi ibu aku harus tetap bisa berpikir waras, berpikir jernih dan tenang membersamai si kecil melewati periode ini.

Meraba badan si kecil yang semakin menghangat, kumintai tolong suamiku untuk membeli termometer digital yang baru, karena termometer di rumah entah kenapa mati dan tidak bisa digunakan di saat-saat genting seperti ini πŸ˜₯. Bergegaslah papanya membeli termometer dan segera ku ukur suhu badan anakku. Suhunya saat ini 36,8Β°C. Masih tergolong belum panas, atau biasa disebut dengan istilah sumeng.

Walau begitu si kecil tetap saja rewel tak mau diturunkan dari gendongan. Sesaat di sela-sela menyusui, tiba-tiba ia menangis keras. Segera kutimang-timang sambil kunyanyikan lagu untuk menenangkannya. Seakan berusaha memahami kondisinya, ku ajak berbicara si kecil untuk mengalihkan rasa tidak nyamannya. Sembari menimang, ku bisikkan doa dan kalimat sugesti positif padanya.

“Cup cup cup sayang. Adek sakit ya? Ndak apa sayang, di sini ada mama. Tenang ya adek, kita lewati sama-sama yaa. Bismillah adek lekas sembuh ya. Yuk adek bubu istirahat ya,” ucapku berulang-ulang sambil terus mengayun menenangkannya.Alhamdulillah, tak selang beberapa lama, si kecil akhirnya bisa tidur di pelukan 😊.

Melewati momen ini bersama suami membuat kami bisa saling support satu sama lain, sama-sama belajar arti kesabaran, dan semangat untuk belajar memahami si kecil ❀❀❀.

Leave a Reply