Seleksi Isi, Solusi Tak Timbun Pakaian dalam Lemari

Sumber gambar: http://www.langlaisservices.com/12-fun-facts-about-luggage-handbags-backpacks/

Semangat wujudkan rumah bak rumah idaman! Slogan itu menjadi semangat pagi yang senantiasa mengingatkanku dan suami untuk tak malas melaksanakan projek keluarga kami saat ini. Hari libur semangat tak boleh kendor! Kali ini kami masih melatih keterampilan dalam menata rumah, kami prioritaskan untuk menata pakaian dalam koper-koper dan kardus sisa pindahan ke dalam lemari pakaian kami. Hal ini masih berlanjut, karena memang belum selesai seutuhnya, hehe.

Selain mengategorikan pakaian berdasarkan kepemilikan, jenis, dan fungsionalnya, seperti yang telah kami ceritakan di tulisan sebelumnya, aku dan suami juga melakukan seleksi kembali pakaian kami. Seleksi pakaian berarti kami memilah pakaian mana yang selayaknya tidak/jarang dipakai lagi, kami sisihkan tersendiri dan kami kumpulkan untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

Dalam proses penyeleksian ini, terkadang muncul rasa bimbang, “hmm sayang nih walau nggak muat, masih bagus lucu bajunya,” atau “eh, tunggu dulu itu emang jarang dipakai sih, tapi…” dan alasan kegalauan lain saat proses seleksi berlangsung. Eits tapi aku dan suami saling mengingatkan, pakaian yang memang jarang terpakainya/dipikir-pikir memang tak bakal dipakai lagi, sebaiknya segera disisihkan untuk diberikan orang. Pakaian berupa kaos-kaos yang banyak serupa fungsi dan modelnya, juga banyak kami seleksi agar tidak terlalu menimbun dalam lemari. Prinsipnya, daripada dianggurin kusam nggak terpakai di lemari, lebih baik delegasikan ke orang lain agar lebih manfaat. Ada lagi PR bagi kami berdua: tidak gampang membeli pakaian karena tertarik modelnya saja, namun minim fungsinya.

Nah sekarang saatnya kami ucapkan, “Selamat tinggal timbunan pakaian, selamat datang lemari rapi idaman šŸ‘‹šŸ˜Š!”

Leave a Reply