Salesma (Batuk-Pilek-Demam) pada Anak dan Bayi serta Cara Mengatasinya

Anak-anak dan bayi seringkali mudah terjangkit pilek dan batuk, hingga demam yang menjadi ciri dari salesma. Bayi sangat mudah terserang karena sistem kekebalan bayi masih dalam tahap berkembang. Apalagi bagi bayi baru lahir, seringkali interaksi dengan kerabat yang menjenguknya, terkadang membuat ia mudah tertular dari orang yang kebetulan sedang terserang penyakit ini.

Apa sih sebenernya Salesma itu?
Salesma atau juga biasa disebut commond cold adalah infeksi saluran virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan) dan menimbulkan gejala ingus meler atau hidung mampet dan batuk, sering disertai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri ketika menelan. Salesma normal dialami rata-rata 8-12 kali per tahun dalam beberapa tahun pertama kehidupan anak. Artinya, bisa jadi anak mengalami salesma tiap bulan sekali dan ini masih tergolong wajar loh, Mom.

Salesma disebabkan berbagai virus yang menyebar melalui bersin dan batuk. Dapat juga tertular melalui sentuhan tangan orang yang sedang terjangkit salesma, jika ia baru memegang hidung atau mulutnya.

Apa saja gejala dari salesma?
1. Hidung berair yang awalnya jernih, lalu jadi kuning-hijau kental
2. Bersin
3. Demam, dapat mencapai 39°C terutama di malam hari
4. Nafsu makan menurun
5. Rasa tak nyaman atau sakit di tenggorokan
6. Batuk
7. Rewel
8. Kelenjar getah bening leher membengkak
9. Lendir hidung yang berubah warna jadi kuning hingga hijau kental bukan berarti infeksi bakteri loh, Mom. Jadi tidak perlu diberi antibiotik
10. Bisa sembuh total perlahan dalam 7-10 hari, tapi bisa juga mencapai 15 hari

Lantas bagaimana penanganannya?
Perlu diketahui sebelumnya, kalau demam, batuk, dan pilek bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan gejala-gejala dari suatu penyakit. Sebaiknya kita identifikasi dulu. Bila gelanya seperti di atas, maka si kecil bisa dikatakan sedang terjangkit penyakit salesma.

Penanganan yang bisa kita lakukan adalah membuatnya merasa nyaman, dengan memastikan anak cukup istirahat dan minum. Jika anak demam dan merasa tak nyaman atau rewel terus, bisa diberikan obat demam (paracetamol) sesuai dengan dosis umur. Jangan berikan antibiotik karena commond cold disebabkan oleh virus dan virus tidak terbunuh dengan antibiotik. Obat batuk pilek juga sebaiknya tidak diberikan pada anak dengan usia di bawah 6 tahun.

Nah cara yang sudah aku lakuin ketika anakku yang masih baby terserang batuk pilek adalah:
1. Perbanyak intensitas minum ASI agar ia senantiasa terhidrasi. Bila sudah diberi MPASI, maka berikan MPASI hangat dan pastikan ia tetap cukup makan.
2. Buat ia dapat beristirahat/tidur dengan nyaman. Bila hidungnya tersumbat, bisa dengan memberi ganjal kain di bawah kepalanya saat tidur (ini perlu disesuaikan jika baby masih newborn).
3. Uapi ruangan tidurnya, dengan cara memasang alat humifider dan menetesinya dengan minyak telon. Atau bisa juga menaruh baskom air panas bercampur minyak telon+bawang putih di ruangan tidur anak. Pastikan ditaruh di tempat yang aman loh, Mom!
4. Mommy bisa membantu mengeluarkan cairan dalam hidung yang mampet dengan menguapinya dengan bantuan uap telon tadi. Caranya: posisikan baby dengan telungkup, pastikan tangan dan badan bayi aman dari panasnya air dan baskom uap. Posisikan wajahnya menghadap ke uap tadi, tepuk-tepuk lembut punggungnya, dan lendir akan terbantu keluar. Cara ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati ya, karena melibatkan benda panas di dekat anak. Bila ragu sebaiknya tidak usah dilakukan, atau minta bantuan orang lain ya Mom untuk memegangi baby. Terkadang ia akan menangis dan ogah karena merasa terbelenggu dan tidak nyaman karena ingusnya keluar, hehe. Aku sih nggak tegaan ya, jadi kalau babyku udah nangis agak kencengan, ritual ini diakhiri ✌.
5. Berikan minyak telon untuk menghangatkan badannya secara berkala.
6. Mommy juga bisa mengoleskan balsam khusus bayi untuk membantu melegakan tenggorokan dan hidung tersumbatnya. Review balsamnya udah ada di postingan sebelumnya ya! 😊

Nah itu tadi cara mengatasi salesma pada anak, khususnya yang masih bayi. Untuk mencegahnya, sebaiknya kita hindarkan anak kontak dengan orang yang sedang mengalami common cold ini ya. Kalau mulai menunjukkan gejala tidak enak badan, lebih baik juga untuk tidak mengajaknya keluar rumah dulu sementara waktu. Ok Mom?! 😉

Referensi bacaan:
Arifianto, dan Hariadi, Nurul I. (2017). Berteman dengan Demam. Depok: KataDepan.

 

Baca juga artikel terkait:

Bingung Obat saat Bayi dilanda Batuk-Pilek? Coba Transpulmin BB Balsam Bayi ini!

Obat Alami saat Bayi Pilek

Leave a Reply