Sabar, sabar. Kondisi capek memang rawan emosi

Hossssh hossh hossssh. Benar-benar olahraga kuras keringat seluruh kegiatan hari ini. Hari ini tepat di hari Minggu, hari H kepindahanku menyusul suami ke Probolinggo bersama Yusuf. Dari pagi kami sudah disibukkan seabrek daftar apa-apa yang harus dikerjakan untuk mengurus pindahan.

Sehabis subuh aku dan suami sudah mulai menata barang-barang titipan di rumah mertua. Kemudian kembali merampungkan kemas-kemas barang yang harus diangkut duluan di rumah kami, dan mengelompokkan barang yang akan diangkut truk. Truk? ya benar karena ternyata banyaaak banget bawaannya. Kami berusaha mengosongkan rumah kami karena rencananya akan kami kontrakkan, sementara kami mengontrak di Probolinggo. Kebanyakan barang sebenernya bukan hobi beli, malah mayoritas warisan mertua dan orangtua, jadilah penuh seisi rumah.

Belum berangkat boyongan rasanya aku dan suami sudah lemaaaas capek nyelesein ngemas dan angkut-angkut barang ke mobil. Kami berangkat duluan, baru siangnya mertua dan truk barang akan menyusul.

Untunglah perjalanan Malang-Probolinggo cukup lancar tanpa hambatan kemacetan. Namun sayangnya rombongan susulan (rombongan mertua dan truk boyongan) harus terkena macet panjang dan tiba di lokasi malam-malam.

Perjuangan masih berlanjut di malam hari ini. Mumpung ada sopir dan kurir angkat barangnya, barang bawaan dari truk langsung ditata dan diletakkan ke tempatnya. Karena keadaan sudah malam hari dan capek yang menumpuk, ditambah kondisi udara disini yang menurut kami puanaaaas banget huhu, sempat ada gesekan antara suami dan mertua. Masalahnya sepele sih, barang yang harusnya dibawa dan tidak dibawa versi mertua dan suami.

Suami berpendapat lemari kayu bercermin harusnya tidak dibawa, tapi ibu mertua merasa sebaliknya. Beliau sempat merasa kecewa karena sudah membantu harusnya anaknya (suami saya) berterimakasi dan nggak banyak komplain 😂.

Maklum sih, sama-sama capek miss communication seringkali terjadi. Akhirnya aku ingatkan suami untuk tidak banyak protes dan nerima saja apa kata papa mama mertua, kasian juga mereka sudah meluangkan banyak waktu, pikiran, dan tenaga untuk membantu.

Kami berdua sepakat, kalau diberi saran atau uneg-uneg dari orangtua dan mertua, kita iyakan dulu saja. Kalau mau menyanggah, cari waktu yang tepat dan gunakan bahasa halus yang tak menyinggung. Eits jangan lupa, kalau sedang lelah sebaiknya istirahat sejenak untuk menjernihkan hati dan pikiran 😉💜.

Leave a Reply