Rahasia Rumah Rapi dengan Metode Decluttering

Pernah nggak sih Mom, ngerasain rumah / ruang yang kamu tempati sesak oleh banyak barang yang sebagian besar malah jarang terpakai? Atau ngerasa capek beres-beres, nata ulang barang di rumah tiap harinya? Melihat barang yang sama tapi udah lama nggak disentuh? Atau saat bongkar-bongkar barang, akhirnya baru inget kalau punya “barang itu” dan ternyata laaama sekali nggak dipakai?

Bongkar rak sepatu, baru inget beberapa sepatu sudah berdebu saking lamanya nggak dipakai. Bongkar lemari pakaian paling dalam ternyata baru mikir kapan terakhir kali pakai baju ini.. sebulan atau malah setahun yang lalu?? Tumpukan baju yang semakin ditata ulang kok yaa tetep bikin lemari penuh, padahal nggak semua baju dipakai setiap harinya. Belum lagi beberapa koleksi tas, topi, dan aksesoris lain yang eksistensinya di rumah bikin kepala pusing saking bingung mau ditaruh dimana lagi, hiks. Pernah nggak ngerasain hal ini Mom?

Atau jangan-jangan juga Mommy punya kebiasaan konsumtif ini. Beli barang baru lagi, padahal sebenarnya kita punya barang yang punya fungsi sama di rumah, eh tapi gara-gara lupa dimana kita taruh barang tersebut, atau cuma karena tergiur diskon, malah beli lagi deh. Ups! Hati-hati jadi penimbun barang loh Mom! Yang efeknya bisa sampai bikin capek jiwa raga loh karena stress beres-beres tiada henti.

Jangan sampai barang menggunung hingga merepotkan

Waduh, kalau Mommy punya banyak barang, tapi malah merasa tak terbantu, atau bahkan terbebani karena keberadaannya, sepertinya harus mulai evaluasi deh. Karena pada dasarnya, harusnya kita memiliki atau menyimpan suatu barang adalah untuk memudahkan dan menunjang aktivitas keseharian kita. Kalau sudah melenceng dari itu? Maka sudah saatnya barang disingkirkan, dengan cara dibuang jika memang sudah tak lagi berfungsi dengan baik, dihibahkan atau dipindahtangankan, dan bisa juga dijual bila masih memiliki nilai jual tinggi, hehe.

Jangan sampai juga nih Mommy sudah merasa berbenah setiap hari, tetapi masih adaaa aja kertas-kertas atau barang berserakan atau menumpuk. Coba deh perhatikan, selama ini Mommy benar-benar berbenah ataukah hanya menumpuk dan memindahkan barang ke satu tempat ke sudut tempat lainnya di rumah? Contoh yang paling sering nih biasanya, juga sempat aku alami adalah menyimpang barang yang sebenernya nggak bakal kepakai tapi “sayang aja dibuang, siapa tau nanti dipakai.” Nah kaaan siapa juga gitu?! Seperti botol minuman bekas yang kebetulan bentuknya lucu, kertas undangan, struk belanjaan, box bekas, dan hal remeh lain yang sebenernya nggak bakal terpakai lagi. Kalau terus-terusan gini, bisa-bisa rumah jadi tempat menimbun barang unfaedah, huhu. Kecuali, jika memang barang bekas tersebut beneran bakal Mommy manfaatin kembali, it’s ok! Tapi kalau nggak, sebaiknya segera singkirkan sebelum jadi semakin menggunung.

Kebiasaan menimbun barang dapat mempengaruhi aspek psikologis.

Nah kalau sudah gini mungkin ini saatnya kita melakukan decluttering di rumah kita. Apa itu decluttering? Decluttering adalah metode yg mengajarkan untuk menyingkirkan atau membuang barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan atau sering digunakan.

Decluttering dapat memberikan banyak manfaat, bahkan hingga ke aspek psikologis. Selain membuat rumah menjadi lebih nyaman, manfaat jangka panjangnya justru akan membuat hidup lebih ringan. Hidup jadi lebih efisien karena tidak ada waktu dan energi yang terbuang untuk mencari benda yang dibutuhkan di tumpukan. Emosi dan pikiran pun menjadi positif tanpa barang yang berlebihan.

Ruang rapi, hati dan pikiranmu jadi lebih positif, loh!

Bingung memulai decluttering rumah dari mana, Mom? Mulai dari yang paling mudah dan paling dekat dengan kita agar tidak terasa membebani. Bisa mulai fokus dari satu ruangan dulu, atau satu sudut seperti lemari / rak misalnya. Mulai singkirkan barang yang keberadaannya tak lagi dibutuhkan dan setiap kali “insting menimbun” datang, coba tanyakan pada diri “apakah keberadaan barang ini membuat saya bahagia?” Bila tidak, maka saatnya barang tersebut disingkirkan 😊.

Jadi Mommy, sudah siap melakukan decluttering di rumah?

Leave a Reply