Produktif Bareng Suami: Tak Sekedar Berkata-kata, Tapi Harus ada Tindakan Nyata

Hari ini agenda kegiatanku bersama suami masih sama, menyelesaikan beberes rumah, berkemas-kemas barang yang akan dibawa pindahan besok. Pagi-pagi aku bergegas memandikan Yusuf, setelah Yusuf tidur lagi, langsung kusambar pakaian kotor dan segera kucuci dan kujemur. Mumpung Yusuf bisa ditinggal, kulanjutkan kegiatan mengemasi barang-barang yang belum juga usai. Kumasukkan bantal-bantal dalam kardus ukuran jumbo, kemudian kuisolasi dan tak lupa memberi keterangan pada atas kardus sebagai tanda barang. Begitupun dengan barang lainnya.

Suami yang sebelumnya telah mengiyakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini bersama, harus kuingatkan lagi untuk tak menunda-nunda. Maklum dia yang hari Senin sampai Jumat-nya dihabiskan dengan setumpuk kerjaan, maunya malas-malasan istirahat seharian kalau lagi akhir pekan. Tapi mau gimana lagi, kali ini harus ekstra semangat beresin semuanya karena hari Minggu besok kami sudah boyongan.

“Ayo Yang, keburu siang loh nanti kalau ditunda-tunda.”
“Ayo biar cepet kelar urusannya, cepet santai-santai lagi.”
“Masih banyak lho yang harus diselseseiin hari ini, packing, beluk belanja kue, terus harus sempetin pamitan ke Pak/Bu RT.”
“Ayo ayooo keburu Yusuf bangun nanti.”
Daaan sederet rengekan ayo-ayo yang lainnya πŸ˜‚

Untung suami bisa cepet bertindak, setelah yaah lumayan diingetinnya berkali-kali sih ya 😁. Kami berdua memilah barang-barang yang akan dibawa dan tidak. Barang yang tidak dibawa kami angkut dan titipkan ke rumah mertua yang alhamdulillah jarak rumahnya hanya berbeda nomor RT, masih satu RW dan satu komplek perumahan.

Sekali, dua kali, hingga tiga kali angkut akhirnya beres sudah sortir barang ke rumah mertua. Sisanya tinggal barang-barang yang akan dibawa boyongan. Setelah itu kami lanjut berbelanja keperluan tambahan penunjang pindahan besok, seperti air mineral galon & gelas, elpiji, dan kue-kue. Sore harinya kami sempatkan untuk berpamitan ke ketua RT setempat.

Fiuuh alhamdulillah rencana hari ini berjalan lancar walau cukup menguras banyak tenaga. Kesimpulan kami hari ini adalah untuk tak bosan-bosannya saling mengingatkan antara aku dan suami agar tidak menunda pekerjaan dan konsisten dengan kesepakatan awal yang telah dibuat, dengan begitu pekerjaan cepat selesai dan bonusnya bisa lebih cepat bersantai-santai lagi πŸ˜„.

Leave a Reply