3 Perbedaan Zakat, Infaq dan Shadaqah

Di bulan suci Ramadan seperti ini, alangkah baiknya bila tak hanya ibadah habluminallah saja yang diperbanyak, tapi juga ibadah sosial yaitu habluminannas. Ibadah ke sesama manusia bisa berupa zakat, infaq, maupun shadaqah. Wah tapi Mom, sudah tahukah perbedaan dari ketiga jenis amalan tersebut? Yuk simak perbedaan dari zakat, infaq, dan shadaqah?

Zakat, infaq, dan shadaqah pada dasarnya merujuk pada satu pengertian, yaitu sesuatu yang dikeluarkan, dan sama-sama memberi peran dalam memberikan kontribusi dalam mengentas kemiskinan. Adapun perbedaan dari ketiganya dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu:

  1. Niat

Segala sesuatu tergantung dari niatnya. Temasuk dengan pelaksanaan amalan sosial ini, harus diawali dengan niat yang tepat pula. Saat hendak berzakat, bersedekah, atau berinfaq, kita tinggal membatin meniatkan diri untuk melakukan amalan tersebut hanya karenaAllah ta’ala

Berikut merupakan niat ketika hendak berzakat (untuk diri sendiri): Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”

  1. Hukum

Zakat yang merupakan salah satu rukun Islam, memiliki hukum wajib untuk dilaksankan, sedangkan infaq dan shadaqah sunnah hukumnya. Zakat merujuk pada sesuatu yang wajib dikelurkan. Infaq dan shadaqah adalah sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan, sifatnya sukarela.

  1. Tata cara pelaksanaan

Zakat ditentukan nisabnya, ada jumlah tertentu yang harus dipatuhi saat pelaksanaannya, sementara infaq dan shadaqah tak terbatas.

Pada zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya, yaitu terdiri dari 8 golongan yang berhak menerima zakat. Infaq merupakan sumbangan sukarela atau seikhlasnya, boleh diberikan kepada siapa saja, berupa materi. Shadaqah lebih luas dari infaq, tidak terbatas pada materi saja, bisa berupa jasa yang bermanfaat kepada orang lain (senyuman dan keramahan pada saudara juga merupakan shadaqah).

Infaq dan shadaqah merupakan pemberian yang tidak terikat oleh jumlah, waktu. Berbeda halnya dengan zakat yang mempunyai aturan khusus dalam menunaikannya. Pengeluaran zakat berfungsi untuk menyucikan atau membersihkan harta dan jiwa pemberinya.

Zakat fitrah berupa makanan pokok sesuai dengan yang bersangkutan. Di Indonesia digunakan nasi atau beras, maka harus membayarkan beras sebagai zakat fitrah sebanyak 2,5 kg atau uang setara dengan harga beras tersebut.

Nah, semoga dari ulasan tiga perbedaan mendasar antara zakat, infaq, dan shadaqah dapat memberi pencerahan pada Mommy agar tak bingung lagi dalam membedakannya! Yuk tunaikam zakat, perbanyak infaq dan shadaqah di bulan suci Ramadan ini!

Leave a Reply