Niche, Cara Menjaring Pembaca Loyal pada Blog

Hai Mom! Pernah nggak nemunin laman blog yang “aku banget” dan ngerasa kalau artikel yang biasa diposting oleh pemilik blog merupakan artikel-artikel yang sering kali kita butuhkan. Laman blog yang rasanya harus dimasukkan ke bookmarks list? Dan setiap artikel yang ditulis bahasannya selalu relevan dengan artikel-artikel yang ada di blog tersebut. Misalnya nih, blog yang isinya seputar makeup, blog yang khusus bahas masakan, blog yang khusus mengulas traveling, dan berbagai blog dengan tema khusus lainnya.

Nah, blog-blog dengan tema khusus tersebut disebut dengan blog ber-niche. Ok, setelah kemarin sempat membahas alasan terpenting mengapa melakukan blogging, kali ini aku akan membahas apa itu niche dan apa saja keuntungan yang akan kita dapat jika menerapkan niche pada blog kita.

Sebelumnya Mommy sudah tahu atau belum nih, apa yang dimaksud dengan niche? Niche adalah topik atau bahasan khusus yang sengaja diulas, dengan sasaran target tertentu. Dalam pengaplikasiannya, niche berkaitan dengan marketing sebuah blog atau website. Jadi konten yang ada dalam blog tersebut sengaja dibuat berdasarkan tema khusus, dengan sasaran pembaca yang lebih spesifik pula.

Ada beberapa keuntungan yang akan kita dapat jika memiliki blog dengan niche, antara lain:

1. Menjaring pengunjung / pembaca blog loyal

Dengan memiliki kekhususan tema dalam setiap artikel yang kita buat, maka kita akan dapat menjaring pembaca dengan pencarian dan ketertarikan khusus pula. Misalnya saja jika blog memiliki tema khusus seputar parenting, maka kecenderungan pembaca merupakan para ibu / orangtua / orang yang memiliki ketertarikan terhadap tema tersebut. Kemungkinan akan mengikuti / melakukan bookmarks pada blog akan lebih besar dibandingkan dengan blog dengan tema dan pembahasan random.

2. Memperbesar kesempatan mendapat job review

Terkait dengan keuntungan pertama tadi, blog ber-niche akan berpeluang lebih besar memiliki unique page views, yang berpengaruh pada Google Analytics dan menjadikan blog dilirik oleh perusahaan yang memiliki preferensi serupa dengan pembahasan dalam blog kita.

3. Mengasah penulis untuk kreatif mengelola konten tulisan terkait niche yang dipilihnya

Membatasi tema tulisan bukan berarti menjadi alasan untuk tak dapat menyajikan konten yang “kaya”. Dengan tema khusus yang kita pilih, kita dapat berkreasi dari berbagai sudut pandang untuk mengangkat tema tersebut menarik dan terus dibutuhkan pembaca. Misalnya saja tema khusus tentang parenting, maka kita bisa mengulas tentang pengasuhan anak bayi, karakter dan sifat anak, kesehatan anak, dan segala aspek yang masih masuk dalam pembahasan teman khusus tersebut.

Tertarik untuk membuat blog ber-niche? Bingung untuk memulainya? Untuk menemukan tema khusus / niche apa yang cocok kita terapkan dalam blog, ada baiknya berkaitan dengan hal-hal yang kita sukai, kita kuasai, atau hal yang dekat dengan kehidupan yang kita jalani. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menemukan inspirasi dan mengalirkannya dalam bentuk tulisan pada blog.

Pada blog lelysejati.com ini, Mommy akan menemukan banyak artikel dari sudut pandang seorang Mommy. Ada pengalaman, tips, inspirasi, serta motivasi seputar keluarga dan pengasuhan yang coba kubagi. Ada pula beberapa tulisan mengenai passion dan gaya hidup dari sudut pandang seorang Mommy. Kalau kamu, sudah menemukan akan membuat niche apa untuk blogmu?!

Leave a Reply