Merencanakan Stimulasi Kecerdasan Anak dengan Pemetaan Indikator Kecerdasan

Setiap orangtua pasti mengharapkan buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas. Tak ada orangtua yang menginginkan sebaliknya, bukan? Agar si kecil memiliki kecerdasan yang maksimal dan juga seimbang nantinya, perlu adanya stimulasi/rangsangan sedari dini. Mengingat bahwa usia 0-3 tahun merupakan masa emas dalam tumbuh kembang anak, maka dari itu sebaiknya kita tak perlu ragu untuk mulai memberikan stimulasi padanya sejak bayi.

Mengetahui indikator kecerdasan anak dapat membantu kita dalam merancang kegiatan stimulasi bagi anak, tentunya disesuaikan dengan usia masing-masing anak agar hasilnya pun dapat maksimal. Kali ini saya gambarkan indikator kecedasan anak untuk usia 0-6 tahun, karena juga akan saya gunakan untuk kegiatan stimulasi kecerdasan pada Yusuf, anak saya yang berusia 6 bulan.

Adapun indikator kecerdasan anak dibagi menjadi 4 jenis kecerdasan, yang meliputi kecerdasan intelegensi (Intellectual Quotient/IQ), kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ), kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ), dan kecerdasan menghadapi tantangan (Adversity Quetion/AQ). Keempat jenis kecerdasan ini perlu diasah dan dikembamgkan sejak dini. Keseimbangan antara empat kecerdasan tersebut kelak akan membentuk pribadi anak siap menjalani hidupnya di masa depan nanti. Penjabaran indikator dari masing-masing jenis kecerdasan tersebut terangkum dalam gambar berikut.

Sumber gambar: Dokumentasi pribadi

Dari gambaran indikator keempat jenis kecerdasan anak tersebut, semaksimal mungkin saya dan suami membiasakan untuk merangsang kecerdasan Yusuf dalam rutinitas keseharian saat kami membersamainya. Cerita kegiatan stimulasi yang kami lakukan akan kami dokumentasikan melalui 14 tulisan ke depan. Semoga dapat menginspirasi dalam merangsang kecerdasan buah hati ya!

Referensi:

Tabel Indikator Kecerdasan Anak Perkuliahan Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Leave a Reply