Merangsang Kecerdasan Matematis Logis Anak

Kali ini aku akan mereview materi dan tantangan games level 6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang sudah rampung kuselesaikan. Tantangan kali ini adalah menstimulasi kecerdasan matematika logis anak. Kira-kira, apa sih sebenarnya kecerdasan matematis logis itu?

Kecerdasan matematis logis merupakan salah satu kecerdasan dasar anak yang bisa memicu munculnya kecerdasan-kecerdasan lain selain kecerdasan dalam berbahasa. Kecerdasan ini nantinya akan sangat berguna mengasah kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah, yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya. Pembelajaran dalam berlatih memecahkan masalah inilah yang mengajarkan anak untuk senantiasa mencari jalan keluar dan menemukan jawaban pemecahannya.

Wah kalau gitu berarti baiknya kita ajari anak berhitung penjumlahan, perkalian sedari kecil, dong? Lhah kalau masih bayi gimana hayoo? Eits, hitung menghitung memang erat sekali kaitannya dengan matematika, yang tak jarang bisa jadi momok anak kita kelak, bila cara stimulasinya kurang tepat. Berhitung ini hanya sebagian kecil loh dari proses stimulasi yang bisa kita berikan pada anak untuk merangsang kecerdasan matematis logisnya. Banyak permainan yang mengasyikkan, yang tanpa kita sadari sangat dekat dengan keseharian dan bisa menjadi langkah awal menstimulasi kecerdasan matematis anak.

Ada pepatah yang bilang, “Bukankah hidup di dunia ini tak bisa tak bersinggungan dengan matematika?” Artinya, setiap hal yang kita lakukan bisa jadi selalu mengandung unsur matematika. Saat menakar bahan masakan di dapur, saat menyusun perabot berdasar ukuran, bahkan saat bernyanyi pun bisa jadi kita bersinggungan dengan unsur matematika loh, Mom.

Lantas kemampuan dasar matematika apa sajakah kemampuan yang perlu ditumbuhkan pada anak-anak kita sedari dini? Berdasarkan materi perkuliahan Bunda Sayang, ada 7 kemampuan dasar matematika, yang bisa mulai dikenalkan pada anak sedari dini, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kemampuan mengelompokkan
Anak diharapkan dapat mengelompokkan atau memilih benda berdasarkan jenis, fungsi, warna, maupun bentuk tertentu. Anak mampu mencari, mengumpulkan, meneliti, hingga menemukan sesuatu yang bersifat sama.

2. Kemampuan menyusun
Dalam hal ini, anak diharapkan mampu menyusun sesuatu secara urut. Misalnya, menyusun benda dari yang paling pendek hingga yang paling panjang, dari yang paling kecil hingga yang paling besar, dari yang paling tinggi hingga paling rendah, dan seterusnya.

3. Kemampuan Mengenal pola
Dalam hal ini, anak diharapkan dapat mengenal dan menyusun pola-pola yang terdapat disekitarnya secara berurutan. Misalnya menyusun balok dengan pola warna merah, kuning, hijau, kemudian dilanjutkan dengan pola warna yang sama.

4. Kemampuan Mengenal Ukuran
Dalam hal ini, anak diharapkan dapat mengenal konsep besar-kecil, berat1Qzx-ringan, jauh-dekat, panjang-pendek, tinggi-rendah, dll.

5. Kemampuan Mengenal Geometri
Anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda, berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati benda-benda yang ada di sekitarnya. Misalnya, lingkaran, segitiga, bujur sangkar, persegi panjang, oval, dll.

6. Kemampuan Mengestimasi/Memperkirakan
Dalam hal ini, anak diharapkan dapat memiliki kemampuan memperkirakan (estimasi) sesuatu. Misalnya, perkiraan terhadap waktu, luas jumlah, ataupun ruang.

7. Kemampuan Mengenal Bilangan
Poin ketujuh ini merupakan salah satu konsep matematika yang paling penting dipelajari anak adalah pengembangan kepekaan bilangan.

Kalau begitu, bagaimana menstimulasi kecerdasan matematis logis anak sedari dini? Bagaimana langkah awal mengenalkan konsep matematika pada anak? Bisakah memberikan stimulasi sejak masih bayi?

Selama 10 hari kedepan, akan kami ulas keseruan keluarga kami menaklukkan tantangan game level 6 kemarin, yaitu menemukan “matematika” dalam aktivitas keseharian, sambil cari tahu stimulasi kecerdasan matematis yang kami terapkan dan mulai kenalkan pada Yusuf anak kami. Ikuti terus postingan selanjutnya yaa!

Referensi: Materi Kuliah Kelas Bunda Sayang Batch#3 MR Jatsela, 2018.

Leave a Reply