Cara Menjaga dan Melindungi Anak dari Pelecehan dan Penyimpangan Seksual

Masih melanjutkan resume ya Mom 😘 Kali ini adalah hasil resume materi dan diskusi kelompok 9 kelas Bunsay Batch 3.

Apa itu β€œFITRAH SEKSUALITAS??”
Menurut ust. Harry Santosa, pakar pendidikan berbasis fitrah, *Fitrah seksualitas* adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya. Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan, sementara fitrah keperempuanan akan berrkembang menjadi fitrah kebundanan.

Seberapa penting β€œFitrah Seksualitas di bangkitkan”?
Sangat penting!
β™» Agar anak mengenal identitas seksualnya
β™» Agar anak mengenal anggota tubuhnya dan bisa merawatnya dengan baik
β™» Agar anak mengenal perannya sesuai gender, tumbuh sebagai laki-laki sejati dan perempuan sejati. Yang buahnya memiliki adab mulia terhadap pasangan dan anak keturunan
β™» Agar tumbuh rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri
β™» Agar terhindar dari penyimpangan seksualitas
β™» Agar terhindar dari orang yang berniat jahat dan berlaku tidak sopan terhadap tubuh anak

Apa Tantangan-Tantangan dalam menumbuhkan Fitrah Seksualitas kini?
πŸ“Œ Pola asuh orangtua yang kurang tepat dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak
πŸ“Œ Anggapan tabu pembicaraan seputar seksualitas
πŸ“Œ Maraknya kasus penyimpangan dan pelecehan seksual

πŸ“Œ Tayangan/Media sosial yang menyajikan konten yang tidak pantas

Familiarkah Mommy dengan fenomena ini????
πŸ‘‰ Selebgram/youtuber laki-laki yg suka berperan menjadi wanita atau sebaliknya. Kontennya dianggap lucu, followernya banyak dan diidolakan

πŸ‘‰ Tayangan/bacaan games yg tidak mendidik bahkan cenderung mengarah ke pornografi dll

🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Belum lagi…
Banyak masyarakat, bahkan orangtua sendiri tanpa sadar melakukan suatu tindakan/Kebiasaan/candaan yang menjurus pada pelecehan seksual karena alasan gemas, bercanda, atau sekedar lucu-lucuan belaka, padahal tindakan lucu ini sebenarnya tidak pantas dan bisa menjurus pada pelecehan seksual.

*contoh-contoh sikap yang lucu, tetapi tidak pantas dilakukan:*
❎Spank atau memukul bokong
Anak yang masih memakai popok dan berjalan tertatih seringkali menjadi momen yang menggemaskan bagi orangtua. Sikap gemas ini seringkali dieskpresikan dengan menepuk bokong anak. Yang ada di pikiran anak saat itu adalah merekam nilai bahwa ketika bokongnya ditepuk, orangtua tampak senang dan sambil tersenyum. Oleh karena itu anak akan membalasnya dengan tersenyum kembali. Sebaiknya Anda mengurangi sikap menepuk bokong ini, dan hentikan sama sekali seiring bertambahnya usia anak. Begitu juga dengan aksi goyang dangdut yang mengikuti tayangan televisi. Hindari mengikutsertakan anak dalam acara atau lomba-lomba jaged dangdut yang mengeksploitasi tubuh anak.
❎ Memeloroti celana
Memeloroti celana anak adalah perbuatan yang sama sekali tidak sopan, bahkan cenderung ke arah pelecehan. Kalau Anda menganggapnya sebagai candaan, percayalah, ini sama sekali bukan lelucon. Hentikan kebiasaan ini sesegera mungkin, sebagai bentuk kesopanan pada anak. Bagaimana oranglain dapat menghormati anak kalau orangtuanya sendiri tidak berlaku demikian?
❎ Bugil di depan kamera
Banyak orangtua yang gemar mengunggah foto anak-anaknya di.media sosial. Bahkan, tanpa disadari ada orangtua yang mengunggah foto anak yang sedang mandi, berpakaian kurang pantas, rok tersingkap, atau bahkan yang tanpa pakaian sama sekali. Foto-foto ini tentu saja dapat tersebar di dunia maya dan akhirnya dapat membahayakan anak. Satu hal lagi, apabila anak terbiasa difoto tanpa pakaian yang pantas, ketika besar nanti anak juga ada kemungkinan akan terbiasa untuk difoto tanpa pakaian.
❎ Mendandani anak tak sesuai dengan fitrah seksualnya
Ada kalanya orangtua berlaku iseng untuk mencoba alat kosmetik seperti lipstik atau pensil alis pada anak lelakinya yang masih balita. Terkadang juga tak sedikit yang mencoba mendandani anak laki-lakinya dengan pakaian perempuan seperti rok, pita, dan jilbab untuk sekedar lucu-lucuan. Begitu pula dengan anak perempuan yang iseng dipakaikan sarung dan kopiah hanya untuk bercandaan. Padahal momen seperti ini bila sering dilakukan dapat berpotensi mencederai fitrah seksualitas sang anak.

Berangkat dari tantangan dan fenomena tersebut beberapa SOLUSI yang dapat dilakukan adalah

πŸ”– ORANGTUA HARUS SIAP BERUBAH
Dalam mendidik anak sesuai fitrah seksualitas peran orangtua sangatlah besar, salah satunya sebagai *Role Model* pertama untuk anak-anaknya, maka wajib bagi orangtua untuk memberikan contoh yang baik dan mau senantiasa membekali diri dg ilmu-ilmu pengasuhan agar fitrah anak dapat tumbuh dg paripurna.

πŸ”– MENGHINDARKAN ANAK DARI PENYIMPANGAN SEKSUAL
Lakukan tindakan antisipasi agar terhindar dari penyimpangan seksual

1. Membangun komunikasi yang produktif dengan anak.
2. Memberikan pendidikan seks sejak dini.
3. Mendampingi anak dalam memuaskan rasa ingin tahunya. Orang tua tidak tabu membicarakan tentang seksualitas, menjadi teman ngobrol yang nyaman dan tempat anak bertanya pertama kali.
4. Di fase phalic (3-5 tahun fase anak suka memegang alat kelamin), anak diajarkan mengenai organ reproduksi, fungsinya dan cara menjaga kebersihan. Mengalihkan kesenangan memegang alat kelamin dengan aktivitas motorik lain, berolahraga, menyalurkan jiwa seni, atau mengembangkan minatnya.
5. Orang tua dan orang terdekat tidak melakukan candaan yang bisa menciderai fitrah seksualitas anak.
6. Menjaga privasi anak di media sosial.
7. Mensortir tayangan/media informasi sesuai usia anak.
8. Mengajarkan anak area pribadinya dan cara melindungi diri sendiri.
9. Mendidik cara berpakaian yang baik.
10. Menanamkan rasa malu.
11. Mengajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua untuk menghindarkan anak dari pandangan yang tidak layak menurut usianya.
12. Memisahkan tempat tidur anak ketika mencapai usia 7 tahun.
13. Menjelaskan hakikat mahram.
14. Memberikan pemahaman tentang bagaimana sikap dan cara bergaul dengan lawan jenis dan sesama jenis yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
15. Mendidik menjaga pandangan mata.
16. Mengokohkan keimanan anak agar terbentuk kesadaran dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
17. Mengajarkan nilai-nilai agama.
18. Membangun rasa tanggung jawab dalam diri anak.
19. Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk terjadinya penyimpangan seksual.
20. Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahu pada orang tua (orang dewasa) apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan seksual.
21. Menanamkan jiwa kelelakian dan keperempuanan yang benar menurut Islam.

πŸ”– MENGHINDARKAN ANAK DARI PELECEHAN SEKSUAL
Bekali anak agar terhindar dari pelecehan seksual dan gangguan orang asing, dengan cara:
1. Pastikan anak selalu beraktivitas dengan pengawasan orangtua
2. Tegaskan bahwa anak tidak boleh bicara dan pergi dengan orang yang belum dikenal atau orang-orang yang dikenal, tanpa meminta izin dari orangtua. Bila orang tersebut memberi sesuatu, jangan menerima. Ingat! Orang dewasa yang berniat jahat selalu punya banyak cara untuk membujuk anak.
3. Ajarkan anak untuk berani berkata “tidak mau”, terutama bila ada orang dewasa meminta tolong sesuatu yang membuat anak merasa tidak nyaman. Beri tahu kepada anak, orang yang berniat jahat suka mengarang cerita untuk membujuk anak agar menuruti kemauan orang tersebut.
4. Jelaskan kepada anak tentang tempat untuk mengadukan jika ada situasi yang membahayakan. Misalnya, ke petugas keamanan, polisi, atau guru di sekolah.
5. Bila orang dewasa itu memaksa, ajarkan anak untuk berteriak minta tolong, menggigit atau menendangnya. Tindakan ini bertujuan untuk menarik perhatian orang lain di sekitarnya.
6. Hati-hati jika anak menerima ancaman. Biasakan agar anak tetap memberi tahu orangtua tentang ancaman ini, tetapi juga waspada untuk mengantisipasinya kalau-kalau ancaman benar-benar terjadi.
7. Ajarkan Anak tentang PANTS, Atuan Untuk Anggota Tubuh
*P: Privates are private
*A: Always remember your body belongs to you
*N: No means no
*T: Talks about secrets that upset you
*S: Speak up, someone can help!

*P: Privates are private*
Semua anggota tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah bagian pribadi. Bagian ini tidak boleh disentuh atau dilihat orang lain. Kamu boleh menyentuhnya hanya ketika selesai buang air kecil atau besar, dan saat mandi. Kamu harus menolak jika ada orang lain yang memintamu melihat atau menyentuh bagian yang tertutup pakaian dalam. Begitu pula sebaliknya, kamu Tidak boleh menyentuh atau melihat bagian ini pada tubuh orang lain.
Kadang-kadang, orangtua, dokter, atau perawat harus menyentuh bagian ini, tetapi mereka harus mengatakan alasannya, misalnya karena bagian ini harus diobati

*A: Always Remember Your Body Belongs to You*
Tubuhmu adalah milikmu. Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya, apalagi sampai membuatmu tidak nyaman. Jika ada orang lain yang memaksa ingin melihat atau menyentuk, kamu berhak mengatakan “TIDAK!”. Ingatlah selalu bahwa orangtuamu akan mendengarkan apa pun yang kamu katakan dan membuatmu merasa takut. Jangan takut menceritakan kepada orangtuamu kalau ada orang lain yang memaksa melihat, memegang, atau melakukan sesuatu terhadap tubuhmu. Meskipun orang tersebut berpesan bahwa kamu tidak boleh mengatakan kepada orangtua, kamu harus tetap bercerita kepada orangtua. Tujuannya adalah untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

*N: No means no*
“TIDAK” artinya benar-benar tidak. Kamu harus menolak siapa pun yang menyentuh area pribadimu, walaupun dia adalah saudara atau orang-orang yang kamu sayangi. Kamulah yang mengendalikan tubuhmu sendiri. Perasaanmu pun harus dihargai.

*T: Talks about Secrets that Upset You*
Ceritakan rahasia yang membuatmu tidak nyaman. Ada dua jenis rahasia yang perlu kamu ketahui. Rahasia yang menyenangkan dan rahasia yang tidak menyenangkan. Rahasia yang menyenangkan itu misalnya pesta kejutan atau pemberian kado untuk orang lain. Rahasia yang tidak menyenangkan misalnya membuatu merasa cemas dan takut. Kamu harus menceritakan rahasia yang membuatmu takut kepada orangtuamu. Tujuannya agar kamu tidak ketakutan lagi.

*S: Speak Up, Someone can Help*
Setiap kali kamu merasa sedih atau takut, jangan ragu untuk menceritakannya kepada orang dewasa yang kamu percayai. Kamu bisa bercerita kepada orangtua, orangtua teman, atau guru. Mereka pasti akan siap membantu. Apa pun yang terjadi bukan kesalahanmu. Kamu tidak akan dimarahi atau dihukum karena menceritakannya.

Oh ya Mom, bonus media edukasi seksual kali ini berupa Buku Permainan Edukasi Fitra Seksual Anak yang bisa Mommy unduh dan cetak secara cuma-cuma.

http://bit.ly/BukuPermainanEdukasiSeksualAnak

Sumber Referesi:
Andika, Alya. 2010. Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta: Galangpress

Hana. 2017. Menjaga Fitrah Anak. http://riaupos.co/5348-opini-menjaga-fitrah-anak.html#.W60B4csxc0M (diakses 27 September 2018)

Junaedi, Didi. 2016. Penyimpangan Seksual yang Dilarang Al-Qur’an. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.
Madani,Yusuf.2003.Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam.Jakarta:Pustaka Zahra.

Nugaraha, Boyke Dian dan Wibisono, Sonia. 2016. Adik Bayi Datang Darimana?. Jakarta :Penerbit Noura (PT.Mizan Publika).

Santosa, Harry. 2017. Fitrah Based Education. Yayasan Cahaya Timur.
Suraji.2008.Pendidikan Seks bagi Anak. Yogyakarta: Pustaka Fahima.

Ulwan, Nashih. 1981. Tarbiyat Al Awlad Fii Islam Jilid 1. Beirut, Darussalam.

Leave a Reply