Menata Rumah bak Rumah Idaman

Sumber gambar: http://www.quotesofdaily.com/home-sweet-home-quote/home-sweet-home-quote-home-sweet-home-quotes-best-quotes/

 

Tantangan kelas Bunda Sayang kali ini dengan tema kemandirian. Aku dan pasangan memilih untuk menantang diri kami bisa menguasai keahlian dalam “menata rumah” yang kini kami tempati sejak kepindahan kami dari kota Malang. Tujuan akhir dan jangka panjang dari terasahnya keahlian ini, kami ingin menciptakan rumah yang senantiasa bersih, rapi, indah, dan nyaman untuk ditempati. Projek dari tantangan kali ini kami labeli dengan semangat “Menciptakan Rumah Idaman.” Kenapa kami beri nama demikian? Idaman berarti sesuai yang kami dambakan, yang kami bayangkan dan inginkan. Rumah yang senantiasa bersih, rapi, indah, dan nyaman itulah yang menjadi kriteria rumah idaman kami. Walau status rumah di kota Probolinggo ini kami masih mengontrak, secara bertahap kami akan berusaha menciptakan suasana rumah impian itu.

Untuk mengasah keterampilan ini, latihan dan praktek secara konsisten harus dilakukan. Kedisiplinan dalam menjalankan aturan yang dibuat juga harus benar-benar terlaksana. Pada tahap awal ini, kami harus membuat kesepakatan mengenai aturan dan pembagian tugas yang jelas, agar hasil maksimal dapat kami peroleh nantinya.

Adapun peraturan yang kami buat untuk menciptakan rumah impian kami dan mengasah keterampilan dalam menata rumah, diantaranya adalah:
1. Membuang sampah pada tempatnya
2. Membiasakan untuk langsung mengembalikan barang yang telah terpakai sesuai tempat penyimpanan/penataan awal;
❤ letakkan kembali sepatu dan sandal di rak sepatu
❤ setelah mengenakan handuk harus langsung dikembalikan ke gantungan asal
❤ menaruh kunci pada gantungan tempat kunci
❤ selesai membaca buku atau menggunakan barang, biasakan langsung menata dan mengembalikan ke tempat semula
❤ merapikan kamar segera setelah bangun tidur
3. Segera mencuci piring dan alat masak yang kotor setelah selesai digunakan
4. Biasakan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian rumah bersama, bila terlihat kotor/berantakan segera rapikan, bisakan tidak menunda
5. Terbuka untuk mau mengingatkan dan diingatkan agar terbiasa (jangan bosan dan jangan marah ya hihi)

Selain 5 aturan dasar keseharian yang kami buat tersebut, kami juga masih memiliki tugas dan tantangan untuk meletakkan barang-barang kepindahan kami yang belum terjamah. Masih ada beberapa tumpukan kardus berisi perkakas dan koper-koper pakaian yang isinya belum sempat kami tata di lemari. Sambil menata dan membersihkan bagian-bagian rumah, kali ini sedikit demi sedikit kami membuka koper pakaian dan menatanya di lemari pakaian berdasarkan beberapa kategori. Ada kategori tumpukan baju kerja suami, tumpukan celana, baju bebas, baju adik, dan tumpukan berdasarkan kepemilikan dan fungsi dari pakaiannya. Pakaian yang sering digunakan menempati posisi tempat atas yang mudah dijangkau, begitupun sebaliknya Pengkategorian ini membuat kami mudah mencari dan mengambil pakaian saat ingin menggunakannya. Isi lemari pun tampak rapi 😍.

Selain mencicil untuk menata dan merapikan baju di lemari, masih ada banyak tugas rumah yang akan dan harus kami kerjakan bersama untuk melatih keterampilan kami menata rumah, serta mewujudkan rumah impian kami. Kami membuat target 15 hari kedepan projek ini bisa kami selesaikan. Mampukah tim kami menyelesaikan tantangan ini dengan maksimal? Kita lihat saja! 😉

Leave a Reply