MELAWAN KOMPREHENSIF DILEMA JURUSAN

“Dokter!” begitulah dengan lantang dan polos jawabku saat ditanya cita-citaku semasa TK. “Penyanyi, artis terkenal” tak kalah lantangnya jawaban tersebut kuutarakan saat aku duduk di bangku SD. “Bos majalah terkenal!“ teriakku dikala masih SMP. “Menteri ekonomi!”. Ya itu pun masih merupakan jawabku atas pertanyaan yang sama, “tentang apa cita-citaku”. Kegalauan dan kebimbangan ini terus saja bergulir hingga di usiaku yang telah menginjak bangku terakhir sekolah. Aku masih saja bingung, kelak akan jadi apakah aku. Ketidakpastian ini membuatku acapkali dengan mudah berganti cita-cita dan membelokkan begitu saja tujuan dan rencana-rencana awalku.

Kebingunganku dalam menentukan cita-cita dan menemukan apa yang kumau pun semakin mempertemukan titik kerumitannya tatkala kini aku sudah mencapai tahap akhir dari sekolah tingkat akhirku. Gerbang kelulusan yang merupakan gerbang akhir studi sekolah berseragamku sudah ada di depan mata. Namun aku masih saja belum merasa mantap akan pilihaku.

Berbagai seminar, promosi, dan penjelasan seputar jurusan kuliah yang syarat variasi warna, dengan berbagai keunggulan yang kian digembor-gemborkan, tak dapat membantuku menemukan titik terang program studiku kelak, melainkan malah membuatku (lagi-lagi) nonkonsisten dalam memilih. Saat selesai dipresentasikannya jurusan manajemen beserta keuanggulannya, aku berkata mantap dan yakin terjun ke dalamnya. Saat Akuntasi turut menarik dengan angka-angka rumitnya, aku memilihnya, Saat psikologi masuk dengan keunggulannya, aku pun ikut terpengaruh olehnya.

Begitu bervariasinya jurusan yang ditawarkan di bangku perkuliahan membuatku semakin pusing menentukan mana yang terbaik untukku. Masukkan dari orangtua, guru, dan sahabat pun tak cukup membuatku mapan menentukan pilihan. Sampai akhirnya aku merenung, memikirkan siapakah aku, apa yang sebenarnya kumau, dan dimanakah seharusnya aku. Lalu aku pun tahu, ya aku Laily Indah Sejati, dengan segala minat dan bakatku sejak kecil di bidang menulis. Aku dengan segala hobi dan ketertarikanku dengan berbagai informasi yang ada di sekitarku. Dan aku yang tak harus berpikir dua kali untuk memilihnya menjadi salah satu bagianku selama ini, jurnalistik. Ilmu komunikasi, pikirku cepat. Puas, lantas ersenyum lebar, itulah ekspresiku setelah aku memilihnya menjadi jurusan studyku kelak.

Mengingat zaman transparansi revolusioner yang mengakibatkan arus informasi bergerak sangat cepat ini, peran dan eksistensi komunikasi sebagai media penyalur sangatlah penting. Pertumbuhan komunikasi pun berjalan begitu cepat seiring berkembangnya teknologi komunikasi secara pesat, seperti televisi, radio, email, dan berbagai media komunikasi lainnya. Nah, tak mengherankan jika jurusan ini menjadi primadona daripada jurusan lainnya di bangku perkuliahan.

Prospek kerja yang luas pun turut memeriahkan jurusan ini dalam memikat calon mahasiswa. Lulusan ilmu komunikasi diharapkan mampu bekerja di era globalisasi dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, kemampuan bahasa, dan profesionalisme yang tinggi. Berbagai bekal yang diemban lulusan menjadikan lulusan jurusan ini mampu bekerja dalam badan pemerintahan maupun swasta, diantaranya adalah sebagai PTN, Dephubtel, Dep.Komunikasi dan Informasi, Depdiknas, Lembaga Penyiaran (TV, RRI), Diperta, Deparlu, Lemlit, Industri Media (Radio, TV, Media Cetak, dan Media Interaktif / Internet), Biro Iklan, PR Konsultan, PTS / Akademi Komunikasi, Production Hous, Fotografer. Juru Kamera. Anchor/Telangkai/Host, Trainner. Kolumnis, Desainer Komunikasi GrafisGrafika, dan masih banyak lapangan kerja lainnya yang dapat menampung kamampuan lulusan jurusan ini.

Akar penyelesaian yang perlu ditekankan disini adalah jurusan impian adalah tempat dimana seharusnya kamu berada, tempat yang mampu merefleksikan jatidirimu, dan tempat dimana kamu merasakan menjadi dirimu seutuhnya, hingga tanpa beban kau akan mengukir namamu dalam prestasi rangkaianstudy-mu. Jadi, tunggu apalagi? Kita lawan komprehensif dilema dan refleksikan jatidiri melalu jurusan impian kita. Jangan ragu dengan pilihanmu! (*lis)

Leave a Reply