Manajemen Waktu Anti Tunda

Di pekan ini saya membagikan potluck dengan tema ilmu penerapan Manajemen Waktu yang telah saya pelajari dan praktikkan.

Seringkali kita merasa stres, pekerjaan tak kunjung selesai, dan waktu terasa amaat kurang. Seharian kerja ini itu tapi kok belum juga beres-beres ya?! Eits, jangan-jangan selama ini ada yanh salah nih dengan manajemen waktu yang kita terapkan, atau malah belum mulai melakukan manajemen waktu nih buibu? Padahal kata Pak Roy Kim, o benarkah?!

Yuk, perbaiki manajemen waktu untuk kualitas hidup lebih baik! Berikut rekaman video potluck saya.

Hingga pekan ini, di kelas ulat-ulat Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional, saya belajar dan memperdalam ilmu tentang Manajemen Waktu.

Pada pekan ini saya memutuskan untuk semakin memperdalam pengetahuan mengenai manajemen waktu. Saya belajar bahwa prinsip manajemen waktu bukan berarti kita malah harus dan bisa melalukan banyak sekali hal/pekerjaan, tapi manajemen waktu adalah saat kita bisa mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang penting untuk dilakukan. Bagi seorang ibu, istri, dan perempuan yang menyandang multi peran dengan segudang kegiatan, tentunya manajemen waktu yang baik wajib diterapkan agar waktu tidak keteteran. Manajemen waktu akan membantu kita untuk terhindar dari stres akibat menumpuknya beban pekerjaan, merasa kekurangan waktu, dan tidak terselesaikannya pekerjaan-pekerjaan penting. Mampu menentukan prioritas dan bekerja sesuai skala kepentingan prioritas adalah salah satu kunci dari manajemen waktu.

Prioritas pada manajemen waktu:
1. Kenali diri dengan mengetahui ranah suka dan tidak suka
2. Tentukan skala prioritas kegiatan rutin serta kegiatan yang ingin/hendak dilakukan
3. Fokus dan perbanyak penggunaan waktu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan pada prioritas penting
4. Minimalisir dan mulai biasakan untuk mengilangkan pekerjaan-pekerjaan tidak penting
5. Fokus, konsisten, dan komitmen

Selanjutnya pada pekan ini saya juga membaca potluck yang direverensikan oleh teman mengenai Manajemen Waktu pada E book Never Say Later : Cara Ampuh Membunuh Kebiasaan Menunda-nunda Karya Monica Ramirez Basco, Ph. D., Diterjemahkan oleh E. Esti Hapsari, Penerbit Kaifa, 2010.

Dari buku ini saya belajar bahwa kebiasaan menunda merupakan zona nyaman untuk tidak bersegera dalam melakukan pekerjaan/tindakan, yang bila berlebihan dan berlangsung terus-menerus bisa menghambat perjalanan hidup kita. Sikap yang dapat memperlambat kemajuan dan kadang bisa mengubah arah hidup kita. Sikap menunda membuat kita merasa layak untuk beristirahat, bersantai, dan menggampangkan sesuatu. Perilaku yang membuat kita merasa berani membenarkan untuk tidak bertindak, tidak aktif, ragu-ragu, dan menghindar.

Ada beberapa alasan berbeda yang membuat orang menjadi penunda:
1. Sebagian orang khawatir akan kemampuan mereka untuk melakukan sesuatu dengan benar. Saat dihadapkan pada hal-hal baru yang menantang, keraguan atau rasa kurang percaya diri, membuat mereka menunda bekerja hingga menit terakhir.
2. Sebagian orang menunda mengerjakan tugas yang tidak ingin mereka lakukan.
3. Sebagian lagi menunda karena mereka kurang dapat mengatur pekerjaannya dan tidak tahu harus mulai dari mana.
4. Sebagian orang menunda pekerjaan karena meragukan kemampuan diri untuk melakukan suatu tugas atau proyek.
5. Sebagian lagi lainnya menunda karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dirinya tidak ingin diperintah.

Sebagian penunda memang pada akhirnya tetap bisa menemukan jalan untuk menyelesaikan pekerjaanya. Hal tersebut mungkin baru terjadi di menit-menit terakhir, hasil akhirnya mungkin tidak sebaik dengan yang mereka harapkan, mungkin juga bisa sedikit terlambat, dan kadang dikenai denda atas keterlambatannya (Basco, Monica Ramirez, 2010).

Dari penelitian yang Basco lakukan dan tuliskan dalam bukunya tersebut, saya belajar bahwa ternyata banyak sekali alasan yang membuat kita akhirnya memilih untuk menunda pekerjaan, entah karena satu atau beberapa hal sekaligus. Saat kita menunda pekerjaan penting, ada rasa nyaman dan lega yang sementara karena kita berhasil menghindar dan tak harus melakukan pekerjaan yang kita tunda tersebut. Padahal sebenarnya di sisi pikiran kita yang lain kita malah akan merasa cemas dan tertekan karena memikirkan “tanggungan” yang coba kita abaikan. Melakukan penundaan terhadap pekerjaan penting yang seharusnya kita selesaikan, sebenarnya malah akan membuat kita merasa bersalah atau bahkan menyalahkan diri sendiri karena tak kunjung mulai mengerjakannya. Hingga pada akhirnya kita akan menyadari bahwa sebenarnya pekerjaan yang kita tunda itu mampu kita selesaikan, hanya saja kita tak segera mau memulainya.

Pada bukunya, Basco mengajak kita untuk mengidentifikasi dan mengenali penyebab penundaan yang seringkali kita lakukan. Setelah kita menyadari penyebabnya, kita diajak untuk mulai percaya diri, yakin, dan mengatasi rasa takut untuk bersegera memulai dan menyelesaikan pekerjaan, berhenti membuat alasan-alasan penundaan, berhenti membayangkan bencana, dan mulai hidup teratur agar tak lagi senang atau terbiasa menunda-nunda.

Nah, itu tadi ulasan singkat buku Never Say Later : Cara Ampuh Membunuh Kebiasaan Menunda-nunda Karya Monica Ramirez Basco, Ph. D., yang saya baca versi ebook-nya melalui aplikasi i-Pusnas. Teman-teman juga bisa membacanya secara gratis melalui aplikasi tersebut. Selanjutnya, semoga kita bisa mengatasi dan menghilangkan berbagai alasan penundaan terhadap pekerjaan-pekerjaan penting yang semestinya kita selesaikan. Semakin disegerakan untuk memulai, semakin cepat kita bisa belajar dari prosesnya, semakin cepat pula pekerjaan bisa selesai dengan lebih maksimal. Yuk sama-sama semangat berubah menjadi pribadi yang lebih baik tanpa banyak menunda-nunda. Bismillah!

Leave a Reply