Yuk, Kenalkan Literasi Sejak Dini Melalui Aktivitas Membaca Nyaring

Selamat Hari Aksara, Mommy! Selamat pula untuk para pegiat melek aksara di Indonesia! Tepat pada tanggal 8 September kemarin diperingati sebagai Hari Aksara Internasional, loh Mom. Walau memang faktanya masih banyak data yang menunjukkan kurangnya minat akan membaca dan menulis di negara ini, kita sebagai orangtua tak boleh pesimis. Kita bisa loh Mom, jadi bagian dari para pejuang gerakan melek literasi, tak perlu jauh-jauh, mulai saja dari lingkungan dalam rumah kita. Yup, bersama dengan anggota keluarga kita, khususnya dengan sang buah hati! 😊

Menjadi agen literasi dari dalam rumah bisa dilakukan dengan mengenalkan anak dengan bahan bacaan sedari dini. Hal ini sudah bisa Mommy lakukan sejak anak masih bayi, bahkan saat anak masih dalam kandungan pun, sudah bisa mulai dikenalkan dengan kegiatan literasi melalui aktivitas membaca dan menulis yang Mommy lakukan. Karena pada dasarnya fungsi organ pendengaran janin di dalam kandungan sudah mulai terbentuk ada trimester awal masa kehamilan. Karena itulah saat hamil Mommy dianjurkan untuk sering-sering mengajak ngobrol dan membacakan buku bacaan pada bayi dalam kandungan.

Nah, salah satu cara untuk mengenalkan literasi pada anak sedari dini adalah dengan metode “Membacakan Nyaring” atau juga biasa disebut dengan Reading Aloud. Membaca nyaring adalah metode membacakan buku bacaan dengan bersuara. Mommy bisa mengambil buku apa saja, lebih baik juga bila buku yang dibaca sesuai dengan umur si anak, kemudian bacalah dengan bersuara, dengan memainkan intonasi dan mimik wajah saat membacakannya. Dengan demikian, si kecil akan antusias dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan membaca bersama Mommy.

Bagaimana? Mudah kan, Mom? Kegiatan membaca nyaring ini bila dibiasakan akan memberi manfaat besar bagi perkembangan literasi sang anak. Anak akan mau membaca, bisa membaca, dan akhirnya suka membaca, sebagaimana yang disampaikan oleh Roosie Setiawan dalam bukunya yang berjudul “Membacakan Nyaring.”

Selain itu, mambacakan nyaring sejak bayi lahir memiliki banyak sekali manfaat, antara lain :

1. Membantu perkembangan otak lebih optimal

Membacakan nyaring merupakan salah satu bentuk rangsangan untuk menghubungkan neuron dalam otak bayi.

2. Memperkenalkan dan melatih kemampuan mendengar

Kegiatan membacakan nyaring dapat melatih kemampuan bayi mendengar dengan penuh perhatian sekaligus sebagai sarana bayi untuk mulai mengenal arti dari setiap kata yang disebutkan.

3. Menambah kosakata yang didengar

Semakin banyak kata yang didengar oleh bayi, akan memudahkannya untuk mengetahui kata-kata lain. Kegiatan membacakan nyaring berguna untuk mengenalkan dan menambah perbendaharaan kata yang dimiliki oleh bayi.

4. Melatih rentang perhatian dan mengingat

Ketika kita melakukan kegiatan membacakan nyaring, bayi akan mendengarkan dan memerhatikan apa yang dilakukan oleh kita, kemudian ia akan memberi respon dengan berceloteh, tertawa, atau ekspresi serta bahasa bayi lainnya.

5. Mengajarkan arti kata-kata

Membacakan nyaring sambil mengajak bayi berdiskusi secara dialogis dapat bermanfaat untuk mengajarkan arti kata-kata yang akan memengaruhi persepsi bayi terhadap cerita yang kita bacakan.

6. Memperkenalkan konsep media cetak/tulisan

Penggunaan buku dan media cetak lain dalam proses membacakan nyaring adalah salah satu langkah sederhana mengenalkan konsep media baca kepada bayi.

7. Memperkenalkan konsep gambar atau ilustrasi

Cara sederhana untuk mengenalkan konsep ini adalah dengan memerlihatkan ilustrasi/gambar yang ada pada buku sebelum memulai membacakan nyaring pada bayi.

8. Merangsang imajinasi dan indra lain

Suara yang didengar bayi, dengan narasi dan intonasi menarik, serta adanya gambar dalam buku yang kita bacakan akan menuntun bayi untuk berimajinasi, membayangkan apa yang sedang kita bacakan.

9. Memperkenalkan konsep buku dan belajar

Dari membaca nyaring, kita bisa mengenalkan buku sebagai media yang berisi berbagai hal baru yang perlu dipelajari. Cara penggunaan buku yang dibaca dari kiri ke kanan, atas ke bawah, dan membolak-balikkan tiap halamannya menjadi pengetahuan dasar literasi sederhana bagi bayi.

10. Mendekatkan hubungan orangtua dan bayi, sekaligus bisa membuat bayi tenang

Seringnya orangtua membacakan nyarin pada bayi akan membuat bayi mengenal dengan baik suara orangtuanya. Kontak intens saat membacakan nyaring akan membangun kedekatan orangtua dengan bayi.

11. Menjadikan teladan membaca

Dengan membacakan nyaring, bayi melihat contoh langsung pada orangtuanya bahwa kegiatan membaca adalah hal yang mengasyikkan. Bayi melihat bahwa orang akan mendapatkan hal menarik, berguna, dan menyenangkan dari proses membaca.

Waah banyak banget kan, Mom manfaat yang akan didapat kalau kita terbiasa melakukan kegiatan membaca nyaring pada anak sedari dini. Setelah kita mengetahui manfaat yang luar biasa dari membaca nyaring, ada beberapa tips nih dari mbak Roosie Setiawan yang perlu Mommy perhatikan sebelum mulai membacakan nyaring pada bayi:
1. Kenali terlebih dahulu tujuan dari membacakan nyaring pada tiap tahap perkembangan bayi. Hal ini dilakukan agar stimulasi yang kita lakukan bisa tepat sasaran sesuai dengan perkembangan usianya.
2. Pilihlah konten buku yang bermanfaat untuk bayi maupun orangtua.
3. Cari tempat yang tenang dan nyaman.
4. Pilih waktu yang tepat untuk berdua.
5. Gunakan suara yang jelas, intonasi yang menarik, dan suara yang riang saat membaca nyaring.
6. Gunakan ekspresi sesuai alur cerita yang dibacakan.
7. Biasakan untuk menutup kegiatan membacakan nyaring dengan meringkas, melakukan konfirmasi, atau menolak dengan kata-kata yang sederhana.

Nah, tak perlu bingung jauh-jauh untuk melangkah menjadi agen gerakan melek literasi, dengan cara yang mudah dan manfaat yang begitu besar, Mommy bisa melakukannya bersama si kecil di rumah. Maka dari itu, jangan ditunda lagi ya Mom, mulailah kebiasaan membacakan nyaring dari hari ini! Demi generasi Indonesia yang melek literasi!

Sumber :

Setiawan, Roosie. (2017). Membacakan Nyaring. Bandung : Penerbit Noura.

2 comments

Leave a Reply