Kunci Utama Menulis adalah Menulis, bukan Berpikir

 

“Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir, ” William Forrester dalam novel Finding Forrester karya James W. Ellison.

Saya merasa perlu menuliskan ulang kutipan magic yang saya temukan tersebut dalam buku Free Writing-nya bapak Hernowo Hasyim. Semalam saya akhirnya berhasil menuntaskan buku bersampul merah itu setelah lama saya baca nyemil, perlahan-lahan dan menikmatinya, sebagaimana juga seperti saran sang penulis dalam buku tersebut. Di buku ini saya menemukan banyak kutipan inspiratif dan sangat memotivasi pembaca untuk menulis, mengalirkan rasa, membuang isi kepala dengan menuliskannya.

Kata-kata William Forrester yang telah dikutip ulang tersebut sepertinya sangat cocok digunakan sebagai cambuk para penulis pemula, seperti saya misalnya, atau para pejuang kepenulisan yang ingin terus belajar konsisten untuk menulis. “Mulailah menulis, jangan berpikir”. Sering tidak kita sadari, terkadang kita lari dari realita menulis dengan alasan “masih mikir-mikir mau nulis apa, masih cari inspirasi yang nggak ketemu-ketemu, mikir mau nulis apa ya enaknya, harus dimulai dari mana ya nulisnya, aduuh pingin nulis tapi bingung mau nulis apa”, dan beribu alasan yang bermuara pada “kebanyakan mikir” yang akhirnya bikin kita mandeg alias nggak maju-maju untuk nulis. Untuk mulai menulis, cukup segerakan menulis sekarang juga, karena kunci untuk menulis adalah ya menulis. Begitu saja.

Sekalipun kita merasa buntu, blank, bingung di tengah-tengah menulis, coba tetaplah untuk menulis, terus menulis. Karena kemahiran bukanlah hal yang sekali jadi, butuh dilatih, ditempa untuk menjadi ahli. Cause everybody is an amateur in the beginning. Setiap orang adalah seorang amatiran saat baru mencoba. Mau berlatih dalam proses dan komitmen-lah yang akan membentuknya. Good things take time, seringkali untuk menjadi atau menumbuhkan sesuatu yang baik membutuhkan waktu, tidak terjadi secara instan begitu saja. Jadi, tetaplah menulis sekalipun yang kau tulis adalah unek-unek ketidakberdayaan untuk merangkai kata pada saat kau menulis.

6 comments

  1. thank you lely, ini jadi cambukanku untuk ga banyak mikir tapi hajar aja terus untuk nulis. baru nanti diedit di belakang. sukses terus. tetap menginspirasi.

Leave a Reply