Kostum ‘Pas’ Penunjang Performa MC

Sebagai ujung tombak sebuah acara, seorang MC dituntut dapat membawa penonton/audience menjadi nyaman mengikuti rangkaian acara dari awal hingga selesai. Dalam hal ini berarti, MC bertanggungjawab membuat audience tidak bosan dan puas menikmati acara yang berlangsung. Selain bermodalkan teknik berbicara yang komunikatif, seorang MC juga harus memperhatikan penampilannya di atas panggung. Mengapa demikian? Karena MC-lah yang nantinya menjadi pusat perhatian audience yang hadir. Penampilan yang ‘pas’ dapat menunjang MC menjadi lebih percaya diri, sekaligus meningkatkan krediilitasnya di mata audience.


                    IMG_20150425_133413      IMG_20150426_161151

Penulis mengenakan kostum bertemakan “India” saat menjadi MC dalam acara BSM Spekta 2015

Ada beberapa tips yang ingin saya bagikan berkaitan dengan kostum/pakaian yang perlu diperhatikan saat kita hendak menjadi MC, diantaranya:

  1. Sesuaikan dengan Tema Acara

Kesesuaian kostum dengan tema merupakan hal paling awal yang perlu diperhatikan. Pastikan kostum yang akan dikenakan cocok dengan tema yang akan kita bawakan. Jangan sampai terjadi saltum alias salah kostum. Maka pelajari terlebih dahulu acara apa yang akan kita bawakan, bila perlu koordinasikan pakaian yang akan kita kenakan dengan panitia acara, untuk menghindari saltum. Jika kita diharuskan mengenaan pakaian seragam yang sama seperi pakaian pihak panitia/pononton, maka beri tambahan aksesoris/outfit yang dapat menunjang penampilan sekaligus membedakan kita sebagai MC, karena MC-lah yang nantinya menjadi pusat perhatian

  1. Pilih yang Nyaman

Pakaian/kostum yang terasa ‘nyaman’ dipandang, belum tentu ‘nyaman’ untuk dikenakan. Oleh karena itu pastikan kostum yang akan kamu kenakan terasa nyaman dipakai selama membawakan acara. Jangan hanya mementingkan tampilan ‘bagus diluar’ tapi malah terasa ‘tersiksa di dalam’, karena akan kostum yang tidak nyaman digunakan akan mengganggu performa di panggung, malah membuatmu ingin cepat-cepat menyelesaikan acar dan segera berganti kostum. Nah, makanya jangan lupa untuk selalu melakukan fitting dengan kostum yang akan kamu kenakan. Bila pakaian/kostum berasal dari pihak sponsor/panitia, lakukan fitting maksimal H-1 sebelum acara, jika tidak memungkinkan, maka mintalah 2 nomor ukuran sekaligus yang disiapkan untuk jaga-jaga. Apabila kostum merupakan koleksimu sendiri, pastikan bahwa pakaian dan perlengkapan yang kamu pakai masih muat dan tidak mengalami kecacatan.

  1. Seimbangkan Penampilan

Untuk mendapatkan tampilan kostum yang ‘pas’, maka kita harus memastikan bahwa pakaian yang kita kenakan seimbang dari atas hingga bawah. Seimbang yang dimaksud disini adalah matching, antara atasan dan bawahan, alas kaki, hingga aksesori yang kita kenakan. Jangan sampai apa yang kita kenakan saling tubruk seperti jemuran; atasan memakai blazer, bawahan celana jegging, alas kaki sepatu sandal L. Atau misalnya bisa juga pakaian/aksesori yang kita kenakan terlalu mencolok dan perpaduan tabrak warna yang alakadarnya, yang bisa mengganggu perhatian audience. Seimbangkan kostum yang kamu kenakan, jika kostum bertemakan formal, sesuaikan pakaian, sepatu, dan aksesoris yang juga senada. Berikan fokus tampilan yang ingin ditonjolkan, dan hindari kesan ‘lebay’ dalam memadu padankan pakaian dan aksesori yang digunakan.

  1. Persiapkan Jauh-Jauh Hari

Persiapan tentu penting dilakukan seorang MC, termasuk dalam hal ‘kostum’ seperti apa yang akan dipakai dalam membawakan acara nanti, apakah bertema casual, sporty, formal, party, dan sebagainya. Paling tidak, saat kamu menerima job MC, kamu sudah membayangkan akan memakai kostum seperti apa kamu nanti. Mempersiapkan kostum jauh-jauh hari juga dapat membuat kita lebih siap dan tidak kebingungan saat sudah mendekati waktu acara dilaksanakan, sehingga kita dapat lebih fokus pada materi yang akan kita bawakan. (*Laily Indah Sejati)

Leave a Reply