Klik dengan 3 Kata Emas: Maaf, Tolong, Terimakasih

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagiku. Menghitung hari menuju kepindahanku menyusul suami untuk tinggal di luar kota tercinta ini, kota Malang. Kurang dua hari namun hingga hari ini masih banyak sekali barang yang belum kukemasi. Kalau sudah tertata rapi  sih kayaknya nggak banyak-banyak amat ya, eh tapi waktu satu persatu sudah masuk koper dan kardus ternyata alamaaak banyak banget gak habis-habis 😨.

Alhamdulillah suami yang pengertian mau mengambil cuti untuk persiapan pindahan ini. Malam sebelumnya sudah kucatat dan kubikinkan daftar kegiatan beberes barang-barang yang bakalan dibawa. Ternyata paksu alias bapak suami hari ini juga harus nyempetin ngurus bayar 2 pajak motor tahunan yang nggak tau bakalan kelar jam berapa huhu. Aku yang udah semamgat 45 dengan target harus selesein packing barang, bertekad ngejalanin rencana yang udah kubuat, biar cepet beres dan nggak pake ketunda lagi.

Akhirnya aku menghubungi kakak dan adik laki-lakiku yang juga masih tinggal satu kota, seatap dengan bapak ibuku. Cuss  deh aku WA keduanya

“Mas../ dim.. Repot apa ndak kira-kira besok? Aku mau minta tolong bantu2 aku ngemasi barang untuk pindahan besok. Kira-kira bisa nggak ya?” begitu inti pertanyaan minta tolongku pada mereka.

Setelah meng-iyakan, kubalas dengan ucapan terimakasih, tak lupa pakai emoticon peluk dan senang hihi 😁.

Lebih senengnya lagi, ternyata ibuku ikut datang ngebantuin. Si kecil akhirnya bisa kutinggal beres-beres bareng mas dan adikku, sedangkan Yusuf anteng digendong eyangutinya. Tak lama suamiku juga ikut datang membawakan susu dingin dan roti pesananku. Walau cukup menguras tenaga, beres-beres kali ini cukup seru juga. Aku yang lama hidup berdampingan dengan papa mama mertua, jadi kembali mengulang masa-masa kerja sama bareng adik-kakak, seperti saat tinggal di rumah bapak-ibuku dulu ♡.

Saat proses beberes berlangsung, aku banyak meminta bantuan kakak, adik, maupun suamiku untuk mengambil-memindah barang, mengemas, melabeli, dan mengisolasi. Kata tolong, maaf, dan terimakasih secara spontan banyak kami gunakan dalam interaksi ini.

Sore hari saat ibu dan kedua saudara kandungku hendak pulang, tak lupa aku dan suami berkali-kali mengucap terimakasih kepada mereka karena telah banyak membantu kami. Maaf pun juga wajib terucap, karena mungkin saja kami berdua ada salah yang tak kami sadari dan karena telah banyak merepotkan.

Ahh alangkah indahnya kalau bisa terus rukun dan memelihara 3 kata emas ini; maaf, tolong, terimakasih ya! 💜

Leave a Reply