Kenali dan Respon Tepat Macam-macam Jenis Tangisan Bayi

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, itu adalah caranya untuk menunjukkan keinginan atau rasa tidak nyamannya. Maka dari itu, bayi menangis itu wajar, mom. Namun tetap perlu diingat bahwa tangis bayi memerlukan respon yang cepat dan tepat agar segera terhenti. Ada pepatah yang mengatakan “baby needs what they needs” mereka membutuhkan apa yang mereka butuhkan, maka penuhi kebutuhan mereka 😊.

Banyak mommy baru yang mungkin memiliki pengalaman yang pernah kualami. Bingung dan panik sewaktu si kecil menangis, apalagi bila tangisnya tak henti-henti. Uuuuh serba salah jadinya bingung diapain yaa biar si kecil berhenti nangisnya 😭.

Hadir membersamai si kecil dengan sepenuh hati merupakan salah satu kunci untuk bisa memahami berbagai macam jenis tangisan bayi dan segera meresponnya dengan tak hanya sekedar cepat, tapi juga tepat sasaran. Walhasil si bayi cepat tenang, mommy pun senang πŸ˜„.

Respon yang kita berikan pada bayi bisa menjadi sebuah komunikasi yang produktif dan efektif bila tepat sasaran, sesuai dengan apa yang ia ingin dan butuhkan saat itu. Sehingga bayi pun tidak harus menghabiskan tenaga ekstra hanya untuk menangis. Lebih baik ia gunakan energinya untuk tumbuh kembangnya, kan πŸ˜‰.

Berdasarkan pengalaman yang sudah kulalui bersama Yusuf, buah hati perdanaku (*dibilang perdana karena mungkin bakalan nambah ya, hihi), dan berdasarkan beberapa referensi bacaan yang telah kupelajari, memang ada beberapa jenis tangisan bayi yang butuh penanganan berbeda-beda pula. Bila Yusuf menangis kali ini gara-gara ia lapar dan menginginkan segera disusui, belum tentu tangisan berikutnya disebabkan alasan yang sama. Bisa jadi Yusuf menangis karena ia bosan, mengantuk, kesepian, atau sekedar ingin diperhatikan. Yuk coba kita cari tahu alasan bayi kita menangis, karena bukan cuma mommy, bayi pun ingin dimengerti loh. Eaaa 😚

1. Bayi menangis karena haus/lapar
Saat Yusuf berusaha memberi tahu bahwa ia sedang butuh disusui, ia akan merengek tidak sabar, rengekannya akan menjadi tangisan yang kencang bila tidak segera direspon. Ia akan menangis diikuti dengan bahasa nonverbal berupa isapan tangan atau mulut mungilnya mengecap-ngecap ingin menghisap.

2. Bayi menangis karena lelah/mengantuk
Mata terlihat sayu, disertai dengan tangis sambil menggosok-gosokkan tangan ke mata bisa menjadi tanda bahwa si kecil telah lelah, ia mengantuk dan ingin tidur. Bila sudah begini, merespon dengan menimang bayi atau menyusuinya bisa cepat membuatnya terlelap.

3. Bayi menangis karena bosan
Saat diajak bermain dan bercanda bersama, tak jarang Yusuf tiba-tiba mengeluarkan suara rengekannya. Rengekannya berjeda pendek-pendek, lucu kedengarannya. Saat ia bosan, ia akan mengeluarkan suara rengekan berbunyi “ngeeeng.. ngeeeng..ngeeng” jeda diam, kemudian lagi “ngeeeeeeng” bila tak segera direspon. Itu artinya ia sudah bosan dengan permainan yang kami lakukan, bosan hanya tiduran, dan biasanya ingin digendong.

4. Bayi menangis mencari perhatian
Saat ia terbangun dalam kondisi sendiri, tak ada mommy atau orang di sekitarnya, tak jarang ia akan menangis tanda memanggil ingin ditemani. Atau kadang saat kita tinggal sebentar di saat sesi bermain, ia akan menangis memanggil-manggil. Tangis Yusuf saat ingin diperhatikan biasanya juga berdurasi pendek-pendek berupa rengekan berbunyi “eee.. eee..” jeda berhenti, bila tidak juga ada yang menemaninya, ia kembali merengek. Daaan apabila tak juga direspon, rengekannya akan bertambah keras.

5. Bayi menangis karena ingin diganti popoknya
Rasa tidak nyaman dengan popok yang ia kenakan bisa membuat bayi menangis. Begitu pun dengan Yusuf, saat popoknya kotor/basah ia akan merasa risih. Tangisnya adalah pertanda bahwa popoknya ingin segera diganti. Cara cepat dan tepat merespon tangisannya adalah dengan cara mengganti popok Yusuf.

6. Bayi menangis kesakitan
Saat merasa kesakitan, bayi akan menangis kencang, yang tekadang suaranya berupa jeritan/lengkingan. Segera periksa apakah ada semut yang menggigitnya, atau ada sesuatu yang membuatnya merasa kesakitan. Yusuf menangis kesakitan saat ia sedang disuntik imunisasi, dan beberapa jam setelah imunisasi. Aku masih ingat, tangisnya berbeda dari biasanya, lebih berupa jeritan yang keras dan lebih sulit ditenangkan. Bila sudah seperti ini, harus sabar mengalihkan rasa sakitnya dengan memeluk, menimang, dan coba untuk menyusuinya.

7. Bayi menangis saat masuk pada fase wonderweeks atau grow spurt
Ada kalanya si kecil menjadi lebih rewel dari biasanya, tangisnya lebih kencang, lebih sering, dan butuh lebih kesabaran ekstra untuk menanganinya. Pada fase ini bayi terlihat lebih cranky dari biasanya, pinginnya menyusu terus dan lengket dengan mommy. Kemarin adalah Yusuf baru saja dan sedang mengalami masa ini. Ia jadi lebih rewel dan maunya nempel aku terus. Waktu nyusuin berasa nggak selesai-selesai. Maunya kalau tidur dipangku, kalau ditidurkan di kasur akan bangun dan nangis lagi. Hmm akhirnya harus mau mengaah membiarkannya tidur lebih lama dulu di pangkuan, (*sampai maknya juga ikut ketiduran πŸ˜‚) baru deh kalau bener-bener fase nyenyak bisa ditidurkan sendiri di kasur. Saat tidur malam pun dia jadi sering bangun dan langsung keluar meweknya. Sebelum meweknya berlanjut, segera ku angkat dan kususui.

Hari-hari biasa kalau dia bangun ingin menyusu di sela-sela tidurnya, Yusuf nggak langsung nangis, cuma memperlihatkan gesture kalau ia haus/lapar dan segera aku susuin sebelum sempat menjalankan aksi meweknya. Taaapiii kalau masuk fase ini, mewek duluan senjatanya. Jangan panik ya mom, fase ini pasti bakal terlewati kok, jadi tetap tenang dan sabar menemani si kecil melaluinya 😘.

Kesimpulannya, menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk dengan ibunya. Dengan mengetahui bermacam-macam tipe/penyebab bayi kita menangis, akan mempermudah kita memberikan feedback (umpan balik) yang tepat. Komunikasi mommy dengan si baby pun bakal lebih efektif dan produktif. Keuntungan lainnya, bayi merasa ia senantiasa dimengerti, lebih jarang rewel, lebih mudah ditenangkan saat menangis, dan baik untuk tumbuh kembangnya. Yang pasti mommy juga ikut senang dan lebih tenang ngadepinnya.

Jadi, sudah menangis karena apakah bayimu hari ini? Semangat anti kendor membersamai si kecil ya, Mom! 😍

Leave a Reply