Sadar Nggak Mom, Kalau Kita Punya Kekuatan Tersembunyi?!

Oke kali ini aku bakal sharing pengalaman, kenapa jadi seorang Mommy harus kuat. Mmm kuat bukan berarti bisa mindahin dua galon air pake dua tumpuan tangan ya. Biasanya sih malah aku pake satu jari?! Digelindingin gitu galonnya biar jalan sendiri. Haha.

Anyway, balik ke topik awal ya, semakin kesini aku ngerasa kalau jadi seorang ibu itu harus kuat, ya mental, ya jiwa, ya raga. Bukan berarti menjadi ibu berarti harus perfect anti celah, lelah, dan salah ya. Itu semua wajar dan bagian dari proses pembelajaran kok. Aku yakin semua ibu juga melawati masa-masa sulitnya sendiri. Diluar itu semua, tetep ternyata, ibu harus kuat. Nah lho kenapa?!

Kuat jiwa, raga, mental ini penting dimiliki dan ditumbuhkan oleh setiap ibu, karena alasannya dia adalah ibu. Kalau bapak enggak ya, neng?! Yaiya malah harus lebih kuat dong, haha. Sama aja! Semua juga sebenernya harus punya sifat dan sikap ini sih, biar bisa adaptasi dan ngelewatin segala rintangan di bumi *eaaa. Baru aja pagi ini aku ngebaca status temen di WA, yang bunyinya “Masalah besar tidak akan bertahan, tapi orang besarlah yang akan bertahan,” jadi intinya biar bisa bertahan melewati dan nyelesaiin segala tantantang, kita harus jadi orang besar, berjiwa besar. Its mean, kita harus berpikir lebih besar dari masalah yang sedang kita hadapi.

Nah permasalahan yang datang ke hidup kita, (etdah berat juga ya) kadang emang nggak bisa diprediksi, malah bisa jadi dari hal yang sangat kita hindari. Misalnya aja pagi ini, ya ini dia hal yang sebenernya bikin aku nulis topik ini. Pagi ini pas dengan asyik dan santainya melenggang ke kamar mandi, inginku mandi dengan syahdu dikala si kecil terlelap. Hwaah apa daya, tiba-tiba gerombolan kecoa datang, nongol tanpa dosa di beberapa sisi kamar mandi. What the?!!!! Brak! Nggak jadi mandi syahdu, tergesa kututup pintu dengan keras. Menyumpahi si kecoa sambil berdoa anak bakal tidur lebih lama.

Oh ok, calm down. Tenang, saatnya buat berpikir jernih. Tragedi kecoa nggak boleh terulang lagi! Di saat seperti ini, fokus pada solusi penting banget dan harus dikedepankan. Sebenernya aku jijik, ogah, parno, dan males banget kalau berurusan sama kecoa, apalagi banyak! Gerombolan men, bukan cuma sebiji. Huaa! Tapi ya mau bagaimana lagi, masa iya nunggu suami pulang kerja nanti sore buat ngatasin? Panggil pemadam kebakaran? Kayaknya juga gak mungkin. Panggil go food? Mau kasih makan itu kecoa emang?! Atau harus panggil pak RT untuk menangani permasalahan warganya ini?!

Ohh no aku kebanyakan mikir! Kuintip gerombolan kecoa mulai asyik nongki sambil telfonin temennya lagi. OMG, jumlahnya makin lebih!! Duhduh, cepat-cepat aku beraksi, mengambil obat semprot andalan anti nyamuk dan kecoa. Sambil menggeram, huuuh huuh hahh huuh seperti orang kebanyakan boncabe, kutembakkan cairan obat itu ke tiap kecoa yang nangkring di dinding kamar mandi. Satu-persatu berguguran dan klepek-klepek. Cepat-cepat kusapu dan kubuang keluar.

Tunggu dulu, masalahnya bukan selesai sampai disini! Menyemprotkan obat ke tempat munculnya kecoa bakal memicu kecoa lain keluar, karena mereka merasa terganggu dan terancam! Dan ini pernah banget kejadian, yang bikin sekeluarga kewalahan beberes besar-besaran. Hhhh baiklah, cepat-cepat aku bereskan lagi mereka yang terlanjur ketangkap basah, lalu segera aku cari dari mana sumber mereka bisa keluar alias nongol di kamar mandi ini.

Ternyata ohh ternyata, ada lubang tipis diantara ubin kamar mandi. Loh kok bisa ya, masa lewat sini?! Coba kuperhatikan ternyata benar. Ternyata penggunaan obat pembersih kamar mandi yang cukup keras bisa menyebabkan korosi dan celah diantara ubin. Ingin ku memanggil pak tukang buat benerin. Haduh, udah nggak ada waktu lagi nih keburu ada kecoa lagi dan anak bangun, bakal lebih nggak terkendali situasinya!

Akhirnya segera kucari perkakas pertukangan yang ada di rumah, ada sisa semen dan lem bangunan. Kupakai dan kuracik aja seadanya, asal bisa buat nutup lubang itu sementara. Catok tukang nggak ada, pakai tangan yang dibalut kresek pun jadi ya Mak 😂. Srut-srut-srut segera aja kubalur sisi ubin yang lubang dan beberapa sisi yang rawan.

Fiuuh, alhamdulillah akhirnya selesai juga. Tinggal tunggu deh itu ubin kering dulu. Sementara gini lah, asal gerombolan spesies itu nggak muncul lagi. Nah dari kejadian (sederhana) ini aku jadi bisa merenung dan menyimpulkan Mom, kalau sebenernya kita tuh punya kekuatan tersimpan dalam diri kita untuk mengatasi rasa takut, parno, ogah-ogahan bin menghindar dari masalah yang muncul di keseharian kita.

Buat aku yang ngeri, parno sama kecoa, aku lebih khawatir nanti kecoa bakal mengganggu si kecil, bisa bahaya buat dia, dan bakal bikin lebih stres kalau dibiarin terbang melanglang buana ke seisi rumah dan bawa penyakit. Akhirnya mau nggak mau aku harus take action buat segera ambil solusi. Ini dia salah satu yang disebut kekuatan tersembunyi yang ada dalam diri kita Mom. Demi orang tersayang, kita rela menekan ego dan rasa takut buat ngehadapin masalah yang ada. Kalau udah gini, bisa dibilang alasan itulah yang jadi salah satu sumber kekuatan kita. Dan setelah kita lewati prosesnya, buktinya bisa kan?! Kalau sudah selesai, kadang kita dibikin geleng-geleng kepala dan bertanya, kok bisa juga ya aku gitu tadi?! Kok gak takut ya?!

Pelajarannya, alangkah lebih bijak kita segera fokus pada solusi saat dihadapkan pada masalah. Apa yang kira-kira bisa kita lakukan untuk segera menyelesaikan atau meminimalisir resiko yang ada. Hal ini nggak cuma berguna untuk ngedapin spesies aneh-aneh kayak yang aku alamin tadi. Saat anak numpahin minum ke berkas penting kita misalnya (hiks ini juga kejadian sih kemarin), coba berpikir jernih dan mulai fokus ke solusi. Saat anak nggak sengaja mecahin gelas, fokus ke solusi minimalisir resiko. Dan tentu saja berbagai permasalahan yang kita hadapi sebagai Mommy setiap harinya. Yup, gak mudah emang ngejalaninnya, kudu banyak praktek dan belajarnya, tapi inget Mom, kita selalu punya kekuatan untuk melewatinya. Percaya deh! “It always seems impossible until its done!”

Leave a Reply