Mind mapping : Panduan Belajar dan Mengasah Keterampilan

Minggu ini  perkuliahan di kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional sudah memasuki pekan keempat. Setelah kami mendalami dan menemukan kegiatan apa yang paling kami suka dan bisa, kemudian menentukan skala prioritas, serta membuat rincian ilmu yang kami butuhkan untuk menambah kapasitas keterampilan, di minggu ini kami diajak untuk membuat peta pembelajaran dalam bentuk Mind Map. Bapak Dodik Mariyanto selaku pemateri kami kali ini memaparkan, bahwa mind map adalah sebuah halaman dimana kita bisa melihat dengan baik bagaimana pola pikir kita terhadap sebuah masalah, program, ataupun project yang akan dibuat.

Bagaimana cara membuat mind map kali ini? Berikut panduan dari Bapak Dodik:

  1. Memutuskan nama project yang akan dikerjakan di bagian tengah kertas, berikan nama yang kita sukai dan membuat kita semangat melakukannya.
  2. Tuliskan tujuan kita di pojok kanan atas. Menuliskan tujuan dari apa yang akan kita lakukan akan membuat kita ingat untuk konsisten melaksanakan apa yang ditulis dan selaras dengan apa yang benar-benar ingin kita capai.
  3. Mulai! Segala kegiatan yang terpikir bisa difungsikan untuk mencapai tujuan, maka masukkan pada topik.
  4. Setiap topik yang telah ditulis dapat diuraikan kembali menjadi sub-sub topik
  5. Kita bisa melakukan plug and play dengan mind map yang kita buat dengan detail. Kita jadi bisa melihat keseluruhan program/project kita, melihat apa saja yang masih kurang/perlu direvisi, dan tahu mana yang harus dilakukan segera sesuai skala prioritas.

Ada beberapa tips yang dipaparkan oleh Pak Dodik saat kita membuat dan mulai mengerjakan mind mapping, diantaranya:

  1. Fokuslah pada hal-hal yang telah ditulis dalam mind map, selesaikan dengan tuntas setiap project yang kita rencanakan, baru lanjutkan ke project berikutnya jika memang ingin sesuatunya tuntas.
  2. Mind map boleh direvisi, karena dalam perjalanan kita akan banyak belajar.
  3. Tentukan sendiri evaluasi waktu setiap project
  4. Kurangi melakukan hal urgent, namun perbanyak lakukan hal pada prioritas penting, caranya adalah dengan melakukan manajemen waktu yang baik.
  5. Jika di jalan kita menemukan sesuatunya tidak mudah namun penting dan harus dilakukan, maka kerjakan saja dan nikmatilah! Yang tidak mudah akan menantang, maka jadikan menyenangkan, karena reward kepuasan yang kita dapat selaras dengan tingkat kesulitan.
  6. Lebih baik punya 1, 2 project tapi tuntas dulu, daripada banyak sekali project tapi tidak ada yang tuntas! Jangan biarkan satu project mengambang, maka tentukan dulu skala prioritas.
  7. Tentukan strategi ala kita, sesuaikan dengan style belajar dan mengerjakan masing-masing!
  8. Sesuatu tuntas atau belum, kita sendiri yang menentukan kriteria dan waktunya.
  9. Kerjakan saja! Lambat laun feel, skill, level kita akan meningkat.
  10. Keliru dalam belajar tidak masalah, siapa tahu malah bisa mencipta hal baru dari proses belajar itu tadi.

Pada kesempatan diskusi materi bersama Ibu Sepri, beliau juga menjelaskan bahwa mind map adalah sebuah peta konsep, yang isinya diambil dari sari telur orens (hasil memetakan cara belajar dan turunan ilmu pada pertemuan materi ke-3 di Kelas Bunda Cekatan). Di pekan ini kami diajak untuk semakin menjadi diri sendiri, mengemas ilmu yang bertebaran menjadi sistem pembelajaran ala diri masing-masing. Mind map ini nantilah yang akan digunakan sebagai peta penunjuk arah tujuan kita akan kemana, maka goals akhirnya sudah tentu menemukan apa yang membuat kita bahagia dan bahagia banget.

Berikut merupakan mind map yang saya buat berdasarkan turunan jurnal yang telah saya kerjakan pada pekan lalu. Di jurnal keempat ini, saya memetakan fokus project yang akan saya lakukan dan saya tingkatkan keterampilannya, dengan topik beserta sub topik Ilmu yang diperlukan untuk mencapai terlaksanaya tujuan dari project saya.

Leave a Reply