Menemukan Kekuatan untuk Bahagia

Halo Mom! Long time no seeee, and I think it’s the best time to come back! Ehehehe, kangen nggak nih?! Nah tulisan saya kali ini, sekaligus beberapa episode tulisan ke depan, akan membawakan oleh-oleh hasil kuliah (bonus sekalian garapan tugas ^^), ngilmu dengan para suhu di Kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional.

Pada tulisan kali ini saya akan sedikit membuat rangkuman “the best capture of Streaming Class” bersama Ibu Septi Peni Wulandari.

Ada beberapa, eh nggak ding.. banyaak banget malah insight yang saya dapat dari ‘dongeng’ yang dibawakan Ibu Septi, yaitu tentang Bahagia. Ya, BAHAGIA (sengaja di-bold plus di-capslock ya), siapa sih yang menolak dengan rasa ini?! Terutama ibu, wajib untuk ada dan membuat keberadaan rasa ini menemani setiap ritme jalan perannya.

Mengapa menjadi ibu wajib untuk bahagia? Karena ibu bahagia akan melahirkan anak-anak yang bahagia. Selama kita bahagia, insyaAllah pintu rezeki akan terbuka dimana saja, kesempatan pun selalu ada.

Mommy, apakah sudah merasa bahagia? Atau saat ini malah tertekan karena banyaknya tugas dan peran yang belum terselesaikan?

Tahukah Mom, tidak semua hal harus kita lakukan, tidak semua hal harus kita bisa, loh! Kita tidak dituntut untuk menjadi ibu yang sempurna, terkadang kita sendirilah yang menuntut kesempurnaan. Kita harus menyadari bahwa setiap dari kita memiliki kelebihan, yang selanjutnya kita sebut dengan kekuatan, juga tak luput dari kekurangan. Hal ini merupakan sesuatu yang manusiawi. Sebagaimana petuah yang pernah disampaikan Ibu Septi, bahwa lebih baik kita meninggikan gunung daripada meratakan lembah, inilah saatnya kita untuk fokus pada hal yang menjadi kekuatan kita, yang membuat kita bahagia saat melakukannya.

Untuk menjadi bahagia, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenal diri kita sendiri. Mengapa penting?! Nah analogikan saja, ketika kita tidak tahu apa yang kita mau, apa yang kita suka dan tidak suka, apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan, lantas dari mana kita menilai apakah kita sudah menjadi Bunda yang bahagia? Dengan mengenal dan memahami diri kita sendiri, maka kita akan menjadi tahu, hal-hal apa saja yang bisa kita perkuat dan kita ciptakan untuk menghadirkan rasa “bahagia” pada diri.

Oleh karena itulah di Kelas Bunda Cekatan ini kami para mahasiswa diajak untuk menggali dan mengenali lebih dalam diri masing-masing berdasarkan aktivitas yang dilalui. Aktivitas keseharian Bunda kemudian dikategorikan dalam empat kuadran, yang pertama adalah jenis aktivitas yang kita SUKA dan BISA melakukannya. Kedua merupakan kuadran dengan kategori aktivitas SUKA dan TIDAK BISA. Selanjutnya yang ketiga adalah kuadran TIDAK SUKA dan BISA, sedangkan yang terakhir adalah kuadran untuk kategori kegiatan TIDAK SUKA dan TIDAK BISA.

Dengan menganut prinsip merdeka belajar – belajar merdeka, kami dibebaskan untuk membuat jurnal se-merdeka mungkin, tentunya sesuai dengan pedoman awal pengerjaan tugas ya Bunda!

Nah setelah merenung dan menggali lebih dalam ragam aktivitas harian yang sering berlalu begitu saja, berikut merupakan macam-macam aktivitas harian yang telah saya kategorikan berdasarkan kuadran Suka-Tidak Suka-Bisa Tidak Bisa.

Jurnal Bunda Cekatan 1, oleh lelysejati

Setelah merunut dan mengategorikan ragam aktivitas, tahap selanjutnya adakah menemukan 5 kekuatan terbaik yang ada dalam kuadran aktivitas SUKA dan BISA, hasilnya adalah sebagai berikut.

Jurnal Bunda Cekatan 1, oleh lelysejati

Nah setelah ketemu, saatnya kita memberi prioritas lebih untuk menguatkan aktivitas-aktivitas yang membuat bahagia. Oh ya, kita juga jangan sampai lupa bahwa bahagia tidak perlu diukur dan dibandingkan dengan standar orang lain, pun tidak semestinya bergantung pada orang lain, karena bahagia kita sendiri yg berhak mencipta dan rasakan.

Selamat berbinar dengan bahagia Mommy!

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional
#Bundacekatan1
#Tahaptelur-telur

Leave a Reply