Tumbuh bersama Komunitas Ibu Profesional

Sudah dua tahun ku hitung sejak pertama kali aku akhirnya bergabung dengan keluarga ini. Ya, tempat yang kini menjadi bagian layaknya keluarga bagiku. Tempat ku banyak belajar, menimba ilmu, berbagi asa bersama para ibu di penjuru nusantara hingga yang tinggal di seberang negara. Tempat yang bisa kubilang sebagai salah satu pijakan bagiku, juga bagi keluargaku untuk tumbuh.

Ibu Profesional, begitulah sang founder, Ibu Septi menamakannya. Di komunitas ini, para ibu dan calon ibu berkumpul dalam rangka belajar meningkatkan kualitas diri sebagai seorang perempuan, seorang istri, dan seorang ibu. Di komunitas ini kami tumbuh dan belajar bersama, saling menguatkan dalam menjalankan peran dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Hebatnya lagi, para anggota komunitas ini tak hanya ibu dan calon ibu yang ada di Indonesia, banyak pula yang tersebar di berbagai negara, contohnya seperti Ibu Profesional Asia, yang anggotanya adalah ibu/calon ibu Indonesia yang berada di negara tetangga dalam wilayah Asia, juga masih banyak jaringan Ibu Profesional ini hingga ke wilayah Eropa.

Aku bersyukur telah berjodoh, bertemu, dan diizinkan oleh Allah menjadi satu dari ribuan ibu pembelajar dalam komunitas ini. Aku mensyukuri pertemuanku yang tanpa sengaja mengenal adanya komunitas ini, yaitu melalui artikel ulasan khusus di koran yang pagi itu kubaca. Rasa penasaran dan ketertarikanku untuk mencari bekal menjalankan peran sebagai ibu secara profesional, membuatku tak lagi menunda untuk segera mendaftar sebagai anggota.

Saat awal mendaftar dan mengikuti kelas dasar matrikulasi di Institut Ibu Profesional, kebetulan kala itu aku sedang mengandung Yusuf, anakku yang kini berumur 1,5 tahun. Mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas di kelas ini membuatku kembali semangat merajut mimpi, menata kembali kepingan cita yang sempat berserakan dan sedikit terabai oleh rutinitas baruku sebagai istri sekaligus ibu baru.

Di kelas matrikulasi, aku semakin paham pentingnya mengatur waktu dan menentukan skala prioritas agar keseimbangan menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan seorang perempuan dapat dijalankan dengan maksimal. Mengikuti kelas ini membutku percaya diri, bahwa walau telah berkeluarga, perempuan tetap bisa berkarya, memberi manfaat tak hanya pada diri dan keluarganya, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Usai matrikulasi, kulanjutkan menimba ilmu di Kelas Bunda Sayang, kelas yang banyak memberiku ilmu mengasuh dan mendidik anak dengan cara yang menyenangkan. Di kelas ini aku belajar bahwa menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang sangat mulia, tidak lantas asal begitu saja dijalankan. Menjadi ibu, sangat penting untuk tahu ilmunya, agar dapat menjalankan peran dengan sebaik-baiknya, tulus, dan bahagia membersamai ananda. Bahagia menjadi kunci yang harus dimiliki seorang ibu ketika membersamai keluarganya, karena ibu yang berbahagia, akan mencipta sekaligus menghidupkan keluarga yang bahagia pula.

Bahagia juga kurasakan hingga kini menjadi bagian dari Komunitas Ibu Profesional. Banyak perubahan nyata yang kuperoleh setelah menimba ilmu disini, terutama tentang bagaimana melakukan manajemen waktu yang baik, dengan menentukan skala prioritas yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Belajar pengalaman dan ilmu manajemen waktu pada perkuliahan di Institut Ibu Profesional dan Ruang Berkarya Ibu (salah satu proyek yang ada dalam komunitas ini) akhirnya mengantarkanku dan keluarga menggagas #MySmartPlanner.

My Smart Planner merupakan papan yang membantu perencanaan dan pencapaian target harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Alhamdulillah lahirnya papan perencanaan ini kini tak hanya dapat digunakan oleh kelurga kami dalam melakukan manajemen waktu, namun sudah dapat kami produksi secara massal untuk dapat membantu keluarga maupun induvidu lain agar dapat memanfaatkan dan mengatur waktu yang dimiliki dengan sebijak mungkin, sehingga dapat memudahkan untuk meraih apa yang telah menjadi resolusi dan impiannya.

Melalui Komunitas Ibu Profesional, aku juga belajar tentang makna berubah dan berperan menjadi agen perubahan. “For things to change, I must change first,” sebelum menyuruh / mengajak orang lain untuk berubah ke arah yang lebih baik, maka aku sebagai pribadi yang harus berubah terlebih dahulu. Ibu Profesional tak lantas berhenti membuat para ibu dan keluarga di Indonesia selesai dengan perubahan pada diri dan keluarganya, tapi juga mendorong kami para perempuan untuk turut menciptakan perubahan untuk lingkungan sekitar dengan menggagas proyek Changemaker Family. Alhamdulillah, dari sini akhirnya keluargaku melahirkan Rumah Literasi Ibu dan Anak, sebuah ruang baca sederhana khusus kaum ibu dan anak yang ada di rumah kami. Dengan niatan menularkan gerakan ibu dan anak cinta literasi, kami gunakan ruang tamu kami dan kami pinjamkan koleksi bacaan keluarga secara gratis kepada para ibu dan anak-anak yang ada di komplek perumahan. Alhamdulillah, senang sekali rasanya jika rumah kami ramai anak yang bertandang untuk bermain sambil membaca bersama, atau mendapat kabar bahagia dari ibu-ibu yang berhasil menemukam solusi dari buku yang dipinjam di rumah literasi kami. Harapan kami kedepan, semoga dapat mengembangkan Rumah Literasi Ibu dan Anak ini agar bisa memberi dampak yang lebih untuk kaum ibu dan anak, tak hanya di lingkup perumahan kami, tapi juga lahir hingga penjuru negeri.

Sebelum akhirnya kututup tulisan ini, aku ingin berbagi quotes yang akan memberi semangat kepada para perempuan di luar sana, khususnya juga para ibu, untuk semangat menjalankan peran, berkarya dan meraih mimpi. Tak peduli siapa kita, darimana kita berasal, dan bagaimana kondisi kita saat ini, kita berhak untuk bermimpi dan mengusahakan mimpi itu. Jika memang saat ini ibu sedang dalam tahap hanya bisa berkarya dari dalam rumah, it’s ok, tak ada yang salah dengan itu. Galilah dan mulailah, rajut dan raih mimpi dengan kemuliaan sebagai seorang istri dan ibu. Semoga Tuhan senantiasa memberi rida atas setiap segala sesuatu yang bermuara pada kebaikan. Akhir kata, saya kutipkan salah satu quotes favorit saya, “Start where you are. Use what you have. Do what you can,” I believe that you can do it, Mom!

Leave a Reply