Hobi marah-marah? Hati-hati bisa penyakitan loh!

image

Siapa sih di dunia ini yang nggak pernah ngerasain yang namanya marah? Jenis emosi yang satu ini kadang suka mampir di setiap kondisi. Datengnya juga nggak pandang bulu, dari yang tua sampai yang muda-muda dan anak-anak sering jadi korbannya. Di jalanan, di kantor, di kampus, sampai di rumah pun marah suka tiba-tiba nimbrung mengganggu suasana.

Sebenernya marah itu normal dan wajar buat tiap orang. Tiap orang punya potensi buat marah kalau dirinya terusik atau nggak nyaman sama keadaan tertentu. Jadi sah-sah aja dong kalau kita marah? Eits, tapi inget marah kamu masih dalam tahap kewajaran atau nggak? Apa kamu tipe orang yang gampang terpancing kemarahannya gara-gara hal sepele? Kalo iya, kamu patut hati-hati, karena banyak banget kerugian kalo kamu suka marah-marah, terutama buat kesehatan.

Dalam buku Yusrianto Elga yang berjudul ‘Jangan Suka Marah’, diulas berbagai penyakit yang bisa muncul akibat kebiasaan marah-marah. Nah apa aja yuk kita cek beberapa efek negative marah buat kesehatan  😉

1. Tekanan darah tinggi
Berbagai penelitian mengungapkan kalau orang yang gampang marah, rata-rata terkena penyakit darah tinggi. Pada orang yang marah, bagian hipotalamus di otak bakal ngeluarin hormone stress, bai berupa adrenalin maupun adrenalin. Denyut jantung bakalmeningkat, dan akhirnya tekanan darah juga ikut meningkat akibat dari marah ini tadi.

2. Serangan jantung
Nah, karena detak jantung berdenyut lebih cepat saat marah, jantung dipaksa memompa lebih cepat dari biasanya. Keepatannya juga tergantung seberapa besar amarah kita, semakin besar tentu aja bikin lebih kencang jantung terpompa. Kalau ini terus-terusan terjadi, maka bisa dipastikan jantung kita semakin nggak terkendali.

3. Melemahkan otak
Fungsi-fungsi otak bakalan menurun drastis saat seseorang punya kebiasaan gampang marah. Saat marah, pasokan darah di otakberkurang karena darah lebih banyak mengalir ke otot-otot besar. Nah makanya sering kita lihat orang yang sedang marah sulit untuk berkonstentrasi dan mengontrol tindakan-tindakannya, sehingga cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain.

4. Merusak kulit
Marah ternyata juga ada kaitannya sama kesehatan kulit kita loh. Saat kita marah dalam durasi yang lama (berlarut-larut), kulit bakal gampang terserang penyakit. Saat kita emosi, sejumlah darah akan mengalir deras ke muka. Dalam kondisi ini, kandungan oksigen dalam darah menurun, sedangkan kandungan asam lemak bebas dan racun alam darah bertambah. Akibatnya timbul noda kusam di kulit, dan ganguan kulit lainnya. Wah nggak salah dong sama ungkapan ‘jangan marah-marah, nanti cepet tua’, karena ekspresi marah  bikin otot kulit wajah sering berkontraksi dan ninggalin garis-garis halus yang bikin kulit nggak kencang lagi, alias keriput.

Ngeri juga ya kalau nggak sadar suka marah terus, penyakit tiba-tiba datang menghantui kita. Selain yang di atas, masih banyak banget kerugian lain yang bisa kita dapet kalau suka marah-marah. Kesehatan terganggu, pikiran dan hati yang nggak tenang, kebiasaan marah bakal ngerugiin diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita kalau hobi marah-marah. Daripada marah dipelihara, mending berbagi senyum dan maaf buat sesama. Karena marah, seringkali nggak nyelesein masalah, justru mengacaukan segala yang aa di sekitar kita (

Referensi: Elga, A. Y. (2012). Jangan Suka Marah! Memahami Dampak-Dampak Buruk Marah Bagi Kesehatan. Jogjakarta: BukuBiru
Foto: http://palembang.tribunnews.com/foto/bank/images/orang-marah.jpg

Leave a Reply