Cara Mudah Membuat Rencana Keuangan Keluarga

Siang tadi, sembari menemani si kecil yang tidur, saya membaca beberapa artikel referensi di internet mengenai pengaturan dan perencanaan bagi keluarga. Hal ini saya rasa penting dilakukan mengingat tekad saya untuk bisa melakukan pengelolaan keluarga dengan lebih baik dari sebelumnya. Bila di tulisan saya sebelumnya saya mengulas mengenai pentingnya melakukan pencatatan keuangan keluarga, kali ini saya berpikir bila perencanaan keuangan juga tak kalah penting dan patut untuk dilakukan.

Melalui pencatatan keuangan, pada akhirnya kita akan tahu secara detail dan menyeluruh mengenai sumber pendapatan dan pengeluaran yang telah dilakukan oleh keluarga setiap bulannya. Kemudian kita dapat melakukan evaluasi secara berkala terhadap laporan transaksi yang telah kita buat, sehingga kebijakan dapat diambil untuk memperoleh kondisi keuangan keluarga yang lebih sehat kedepannya.

Nah dalam usaha mengasah kemampuan untuk dapat cerdas dan bijak secara finansial, sekaligus langkah untuk mewujudkan kondisi keuangan keluarga yang sehat, ada baiknya kita mulai juga untuk membuat perencanaan keuangan keluarga mulai sekarang. Perencanaan keluarga yang dibuat dapat berupa tabel yang mengedepankan kategori kebutuhan prioritas untuk dilakukan terlebih dahulu, kemudian baru dilanjutkan dengan daftar kebutuhan lain sesuai tingkat prioritas yang dirumuskan.

Contoh mudah pembuatan rancangan keuangan keluarga bisa kita lakukan dengan membuat persentasi dan pengategorian secara sederhana, tentunya disesuaikan dengan aturan yang diyakini keluarga, misalnya adalah dengan merumuskan sebagaimana berikut ini.
Pendapatan / pemasukan sebesar 100%, akan dialokasikan untuk:
1. Hak Allah : 2,5 – 10% pendapatan
2. Hak orang lain : max 30% pendapatan
3. Hak masa depan : min 20% pendapatan
4. Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan

Atau bisa juga seperti ini :
1. 5 – 10% untuk infaq, sodaqoh
2. 10% untuk ditabung
3. 15% untuk investasi
4. 10% untuk dana darurat
5. 10% untuk refreshing & menyenangkan diri
6. 50% untuk biaya hidup sehari-hari

Besarnya persentase bisa disesuaikan dengan prinsip masing-masing keluarga ya, Mom. Jangan lupa untuk bermusyawarah dengan pasangan dalam membuat perencanaan keuangan keluarga ini agar rencana yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik, juga dapat saling mengingatkan jika salah satu “khilaf” melanggar kesepakatan yang telah dirumuskan.

Jika perumusan sederhana rencana keuangan sudah dilakukan, Mommy dan keluarga bisa mulai lebih merinci secara detail draft perencanaan keluarga tersebut. Dari melihat history laporan pengeluaran selama ini, Mommy akan bisa mengelompokkan pengeluaran rutin keluarga dan menyusunnya sebagai daftar perencanaan, tentunya juga diurutkan sesuai prioritas kebutuhan. Misalnya seperti ini:
Pada poin biaya kebutuhan hidup sehari-hari (50%) diperinci lagi menjadi :
1. Bayar rekening listrik, air, pbb
2. Biaya transportasi 1 bulan (bensin, ongkos naik kendaraan umum jika dilakukan secara rutin)
3. Biaya pulsa 1 bulan
4. Biaya sabun, shampo, pasta gigi selama 1 bulan
5. Estimasi biaya untuk belanja lauk,
6. Dan sebagainya.

Leave a Reply