Yuk, Buat dan Rimbunkan Pohon Literasi Keluargamu!

Tema tantangan Game Level#5 di kelas Bunda Sayang kali ini adalah “Mendidik Anak Suka Membaca dan Menulis”. Walau judul temanya demikian, tantangan kali ini tak hanya ditujukan pada si buah hati, tapi juga pada seluruh anggota keluarga, termasuk ayah dan bundanya agar semakin melek literasi. Apa itu literasi? Yang pasti bukan berliter-liter air ASI loh Bun, hehe. Menurut KBBI, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis.

Kira-kira melek literasi ini penting nggak sih buat kita para Bunda dan juga keluarga? Sangat penting!! Pakai banget!! Apalagi di era keterbukaan informasi yang sangat pesat seperti saat ini. Banyak ilmu bertebaran dimana-mana, bagaimana bisa tahu kalau kita malas membaca? Apalagi kalau dibarengi kemampuan menulis, Bunda bekerja untuk keabadian loh, seperti kata fenomenalnya Pramoedya Ananta Toer, hihi. Dengan kemampuan menulis, semakin banyak ilmu yang dapat tersebar dan diwariskan untuk generasi kita, asal valid alias tidak mengandung hoax loh ya.

Sayangnya, ternyata fakta menunjukkan bahwa melek literasi masyarakat di Indonesia masih menempati angka yang rendah. Hal ini ditunjukkan berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61) (dikutip dari http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2017/03/17/soal-minat-baca-indonesia-peringkat-60-dari-61-negara-396477).

Survei lain terkait minimnya tingkat membaca dan menulis masyarakat Indonesia juga ditunjukkan dalam
hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) yang menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut.

Data statistik UNESCO 2012 menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen.

Wuahh, harus segera diperbaiki nih Bun agar indeks literasi negara kita semakin naik! Lantas harus mulai darimana? Dari lingkungan terdekat kita, yaitu mulailah dari keluarga kita sendiri. Ajak dan tularkan budaya cinta membaca sedari dini kepada anak-anak dan juga pada pasangan kita. Kapan harus dimulai? Jangan ditunda-tunda! Kalau bisa segera, sekarang juga. Setelah sukses dengan keluarga kita, mari tularkan budaya melek literasi ke lingkup yang lebih luas.

Bunda dapat memulai langkah awal agar dapat konsisten membaca, dengan membuat pohon literasi. Pohon ini nantinya bisa diisi dengan daun-daun yang bertuliskan buku yang telah selesai dibaca. Buatlah target banyaknya bacaan yang ingin diselesaikan setiap bulannya bersama anggota. Agar lebih menarik, berikan hadiah pada anggota keluarga yang memiliki daun paling lebat. Aiih asyiknya! Selamat berlomba merimbunkan pohon masing-masing ya! Jangan lupa beri pupuk bacaan yang banyak agar cepat tumbuh lebat! Hihi.

PS: Keluarga saya juga tak mau kalah lho, postingan tulisan selanjutnya, akan kami bagikan cerita pohon literasi kami sekaligus ulasan dari buku yang telah kami baca. Pantengin ya! Siapa tau bisa jadi referensi buku bacaan bergizi Bunda 😘.

Referensi:

Widianto, Satrio. (2017). “Soal Minat Baca, Indonesia Nomor 60 dari 61 Negara”. [Online]. Tersedia di http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2017/03/17/soal-minat-baca-indonesia-peringkat-60-dari-61-negara-396477, yang direkam pada 17 Maret 2017 pukul 08.14. [Dikses pada 30 Desember 2017].

Yulaningsih dan Aminah, Andi Nur. (2014). “Literasi Indonesia Sangat Rendah”. [Online]. Tersedia di
http://m.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/12/15/ngm3g840-literasi-indonesia-sangat-rendah, yang direkam pada Senin, 15 Desember 2014 pukul 14.00. [Diakses pada 30 Desember 2017].

One comment

Leave a Reply