Bilang Cinta Lewat Bekal Makanan

Praktis, higienis, ekonomis! Itulah tiga slogan membawa bekal. Praktis karena tidak usah mengeluarkan usaha dan tenaga untuk membeli, serta praktis karena bisa dibawa kapan dan dimana saja, sewaktu-waktu ingin makan, bimsalabim tinggal ambil si bekal 😄. Higienis karena bekal makan yang kita bawa lebih terjamin kebersihan dan keamanannya untuk dikonsumsi, sudah pasti karena kita sendiri yang memilah bahan dan memasaknya dengan penuh cinta 💕. Dibilang ekonomis karena tidak perlu mengeluarkan uang berlebih untuk makan. Harga makanan yang dijual di luar sudah pasti lebih mahal dari bahan-bahan yang kita gunakan untuk memasak 🙌.

Selain ketiga alasan prinsip tersebut, membawakan bekal suami ke kantor dapat dimanfaatkan sebagai momen mengungkapkan cinta lewat makanan. Yup, makanan yang kita olah dengan suka cita dan dibumbui dengan kaldu rasa sayang 😍. Sekali makan, langsung klepek-klepek deh si dia, hihi. Bukan klepek-klepek mabuk karena keracunan loh ya, tapi karena perhatian dan usaha yang kita tunjukkan melalui bekalnya 💕.

Semenjak sekolah dulu, suami sudah terbiasa membawa bekal makanan ke sekolah. Ibu mertua membiasakannya untuk makan dan membawa masakan rumah, karena terjamin kebersihannya, begitu cerita suami padaku. Saat kuliah dan akan balik ke daerah rantau, suami tak lupa dibawakan bekal oleh mertua. Lucunya, ketika PDKT dulu, suami juga sering membawakan masakan mertua, bekal untuk dimakan bersama. Saat aku masih siaran atau di kampus misalnya, doi nyamperin sambil bawain bungkusan 😂. Alhasil kita jarang jajan di luar, tapi nge-date sambil makan bekal, hihi.

Kebiasaan itulah yang membuat suami request dibawakan bekal setiap kali ngantor. Sebelum LDM dan punya si kecil dulu, aku ikut suami tinggal di Surabaya. Kami sempat mengontrak dan ngekos bersama. Hmm asyik dan serunya mengenang masa-masa itu 😍. Nah setiap hari selalu kuusahakan untuk membawakannya bekal ke kantor.

Sampai akhirnya aku hamil dan si kecil lahir, kami sempat LDM dan kebiasaan ini terhenti. Aku hanya sempat membawakannya bekal saat ia pulang ke Malang dan akan balik ke Surabaya, tak lagi bisa setiap hari 😭.

Alhamdulillah setelah kini si kecil berusia 4 bulan, Allah mengumpulkan kami bersama lagi. Aku menyusul suami yang dipindahtugaskan di kota Probolinggo. Akhirnya kebiasaan membawakannya bekal ke kantor dapat kulakukan lagi secara konsisten. Senaaang rasanya kalau bisa segera menyempatkan masak pagi-pagi untuk sarapan dan bekal makannya ke kantor. Walau menu masakannya masih sederhana, tapi selalu ludes dilahap si dia 😍. Tak jarang aku meminta suami untuk request menu apa yang diinginkannya, kebanyakan sih dia sukanya masakan yang tak banyak berbumbu tajam, ala-ala Eropa dan Italy juga jadi favoritnya. Kalau sudah begini, sedikit banyak harus mengasah skill di dapur agar makin variatif masakannya. Oh yaa, kadang-kadang aku juga suka menempelkan “love notes” dan quotes penyemangat loh di kotak bekalnya. Biar makin seeeedaaaap dong, bekal cintanya! 😄

Leave a Reply