Berpendidikan tinggi dan Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga? 5 Alasan Tak Perlu Risau Menjalaninya

[Edisi surat untuk seseorang – Surat untuk Stay at Home Mom di luar sana]

Dilema seorang Ibu Rumah Tangga

Menempuh pendidikan jenjang sarjana, kemudian endingnya memutuskan menjadi stay at home mom alias ibu rumah tangga terkadang memang menjadi sebuah hal yang penuh dilema. Bukan hanya bagi wanita yang menjalankannya, bahkan orang-orang sekitar yang pun seringkali sibuk memberikan komentar.
“Nggak sayang nih, sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya malah di rumah aja?”
“Buat apa sekolah tinggi kalau cuma buat jadi ibu rumah tangga?”
“Enak ya di rumah aja, bisa santai-santai seharian.”
Dan pertanyaan maupun pernyataan lain yang seringkali memojokkan posisi seorang Ibu Rumah Tangga

Ilmu sebagai Bekal Menjadi Ibu Rumah Tangga secara Profesional

Peran yang dijalani sebagai Ibu Rumah Tangga bukanlah perkara yang mudah, tapi bukan berarti hal yang tak dapat diselesaikan. Sebagian orang di luar sana mungkin berpendapat bahwa menjadi seorang stay at home mom adalah perkara gampang, karena bisa leluasa dan santai di rumah menemani anak seharian. Di sisi lain, bagi sebagian wanita yang telah berkecimpung di ranah domestik ini, pasti adakalanya mengeluhkan dengan padatnya rutinitas dalam mengurus rumah. Layaknya bekerja di ruang publik, seorang Ibu Rumah Tangga hendaknya juga mengupayakan untuk bisa bekerja di ranah domestik secara profesional, sehingga impian memiliki Rumah Tangga sukses pun bisa didapat. Bahkan pengetahuan dan keterampilan banyak ilmu pun sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu secara profesional, seperti ilmu mendidik anak, manajemen keuangan, memasak, komunikasi, kesehatan, dan banyak ilmu-ilmu lain yang seringkali dibutuhkan dalam keseharian.

Nah inilah 5 alasan mengapa, walau telah menempuh pendidikan tinggi, Mommy tak perlu malu dan risau dengan peran yang diambil sebagai seorang Ibu Rumah Tangga:

1. Ibu dengan pendidikan dan kemauan belajar tinggi akan menularkan semangat belajar dan pentingnya menuntut ilmu kepada anak-anaknya.

Dengan pengalaman menempuh pendidikan yang telah Mommy jalani, anak akan termotivasi untuk berpendidikan tinggi pula, setidaknya setara ataupun lebih tinggi dari tingkat pendidikanmu saat ini.

2. Ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan dapat dijadikan pelajaran untuk anak-anak.

Proses yang telah Mommy jalani dalam menempuh pendidikan bisa Mommy ceritakan pada anak-anak, bagaimana kamu bersosialisasi, berkomunitas, dan menorehkan prestasi dengan kerja keras saat menempuh pendidikan.

3. Yakinlah bahwa tak ada ilmu yang sia-sia.

Spesialisasi bidang keilmuan yang Mommy tempuh bisa Mommy terapkan dalam kehidupan yang kamu jalani saat ini. Misalkan Mommy adalah jebolah sarjana komunikasi, Mommy dapat menerapkan dan mengajarkan komunikasi efektif dan produktif di lingkup keluarga dan lingkunganmu. Sebagai lulusan ilmu gizi, Mommy bisa mulai mengatur pola makan sehat keluarga. Apapun itu, setidaknya bisa coba mulai Mommy terapkan dan ajarkan mulai dari lingkup kelurga atau lingkungan terdekat.

4. Bisa jadi teman diskusi pasangan yang menyenangkan.

Dengan bekal ilmu dan pendidikan yang Mommy pelajari, Mommy bisa menjadi rekan curhat sekaligus diskusi suami yang menyenangkan lho! Mommy bisa memberikan saran dan dukungan saling membangun untuk kebaikan bersama. Bahkan karena pikiran Mommy terbiasa terasah, Mommy bisa memberikan masukan yang solutif terhadap permasalahan yang ada.

5. Lebih melek dengan isu-isu terkini.

Memiliki pendidikan dan kemauan belajar tinggi membuat ibu rumah tangga lebih peka dan update informasi dan teknologi terkini. Bahkan karena memiliki manajemen waktu secara mandiri, kesempatan belajar dan menambah ilmu bagi seorang ibu rumah tangga sangatlah besar. Mommy bisa terus meng-upgrade diri dengan mengambil beberapa kursus keterampilan yang Mommy sukai, seperti pelatihan menjahit, menulis, memasak, kemampuan berbahasa asing, atau jenis keterampilan lain di sela waktu senggang Mommy.

Jadi, tak ada yang salah jika Mommy telah menempuh pendidikan tinggi, tapi akhirnya pilihan jatuh sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Karena bagaimanapun, seorang ibu yang cerdas dibutuhkan untuk mendidik generasi-generasi yang cerdas pula nantinya. Yang pasti, totalitaslah dalam menjalankan peran Mommy saat ini. Bila memungkinkan, tak ada salahnya juga Mommy mengambil kelas-kelas pendukung peran Mommy sebagai ibu rumah tangga, atau bahkan mengambi kesempatan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi! Intinya, nikmati dan bersungguh-sungguhlah menjalani setiap proses yang dilewati sekarang ini. “Bersungguh-sungguhlah di dalam, maka engkau akan keluar dengan kesungguhan itu,” sebagaimana pesan Ibu Septi Peni Wulandari :).

Leave a Reply