Bayi Nggak Mau Pisah dengan Mommy? Ciri Fase Separation Anxiety

Oke kali ini aku mau cerita fase tumbang si Adek, alias Yusuf yang sekarang usianya 8 bulan lebih, udah mau 9 bulan. Nah di usia 8 bulan ini banyak perkembangan yang aku perhatiin dari dia. Secara yes, tiap hari tiap waktu senantiasa nemenin dia hehe, jadi pasti langsung kebaca deh perubahan sekecil apapun dari dia. Selain sudah tumbuh 2 gigi susu (depan bawah), yang saat ini juga bakal segera disusul dengan tumbuhnya gigi susu depan atasnya, dia mulai ngalamin fase yang namanya “Separation Anxiety”.

Apa itu “Separation Anxiety”?
Separation anxiety merupakan istilah psikologis yang menunjukkan kondisi bayi mengalami kecemasan, takut, gelisah bila berpisah dengan orang terdekat, terutama dengan ibunya. Sebelumnya Yusuf termasuk baby yang enjoy aja digendong atau diajak main sama orang lain, entah itu tetangga, temen-temenku, eyang, maupun saudara lain. Nah di awal usia masuk 8 bulan, dia mulai nunjukkin gejala-gejala ini. Awalnya mulai berteriak-teriak hingga menangis jika aku tinggal walau sebentaaar aja. Bahkan sekarang kalau main ke rumah eyang, agak sulit buat ditinggal walau sudah diajak main eyangnya, maunya tetep ada sang mama ikut nemenin disampingnya.

Pernah juga nih waktu Yusuf aku titipin papanya buat diajak main di kamar dan aku masak di dapur. Eeh lewat bentar di depan kamar kelihatan doi, langsung deh nangis teriak-teriak minta ditemenin mama. Huhu padahal kan udah ada papa ya, dan sebelum-sebelumnya dia oke-oke aja :”D. Makanya kalau udah pamit buat nitipin Yusuf, sebisa mungkin aku nggak nongol dan terlihat sama dia, biar dia bisa teralihkan dan tetep asyik main sama papa/eyangnya, hehe.

Normal nggak sih, Separation Anxiety ini pada bayi?
Hal ini termasuk normal kok Mom, jadi tenang Mommy nggak sendiri. Ada jutaan mommy dan baby diluar sana yang juga ngalamin fase ini. Jadi dinikmatin aja ya, hihi.

Biasanya separation anxiety ini bisa mulai melanda baby mulai usia 6 bulan. Pada usia ini bayi mulai dapat membuat lingkaran orang-orang terdekatnya/orang terfavoritnya dan mulai cemas dengan orang asing. Namun ada juga yang baru mengalami fase ini disaat masuk usia 8 bulan kayak Yusuf ini, atau bisa juga di usia yang berbeda lagi, karena setiap bayi itu unik. Konon separation anxiety pada bayi ini bakal hilang sendiri, rentang waktunya juga bervariasi. Biasanya akan hilang sendiri saat memasuki usia 18 bulan hingga kira-kira usia 2 tahunan, atau ada juga yang bisa lebih. Oh ya, tingkat keparahan yang dialami tiap bayi juga bisa berbeda-beda loh. Ada yang hanya merengek-rengek sebentar saja, atau ada juga yang sampai menangis histeris penuh drama seperti cerita anak tetanggaku, padahal cuma ditinggal sebentaar aja dengan jarak yang deketan antara mama sama babynya. Huhu..

Dilansir dari laman Mom&Baby, ada beberapa ciri si kecil sedang memasuki fase separation anxiety, diantaranya:

1. Tidurnya Gelisah
Bayi yang mengalami perasaan takut berpisah umumnya akan bangun lebih sering di malam hari dan menangis mencari Mommy. Perkembangan besar ini akan sangat terasa saat bayi menginjak usia 9-18 bulan. Ia merasa semuanya berubah dan butuh ditenangkan, terutama saat di malam hari.

2. Bangun Lebih Awal
Perasaan takut berpisah juga menyebabkan bayi akan bangun lebih awal dan baru akan bisa kembali tidur jika ada Mommy di sampingnya. Selelah apapun rasanya, pahamilah bahwa ini adalah tanda yang baik. Ini berarti Mommy dan baby punya ikatan psikologi yang kuat, yang kelak membantunya tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan mandiri.

3. Menangis Saat Ditinggal Bersama Orang Lain
Pasti Mommy akan merasa kesulitan meninggalkan Si Kecil yang terus merengek bersama pengasuhnya, padahal sebelumnya ia baik-baik saja. Ini wajar terjadi saat muncul perasaan takut berpisah padanya.

4. Rewel Saat Sendirian
Mommy hanya pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil tapi bayi Anda langsung berteriak mencari Anda? Jangan panik karena memang seperti itu tanda kalau ia sedang mengalami perasaan takut berpisah. Ia akan merasa terasing walaupun hanya ditinggalkan 1-2 menit saja. Sebaiknya Mommy tidak memarahi atau mengacuhkan perasaannya untuk sementara waktu. Biarkan ia memeluk erat Mommy lebih sering sebab waktu ini tidak akan terulang lagi.

5. Tidak Suka Main Sendiri
Si Kecil mendadak tidak bersemangat bermain dengan mainan kesayangannya, itu berarti ia ingin bermain bersama Mommy. Dengan begitu ia pun merasa tenang karena Mommy selalu mendampinginya. Tetap tenang menghadapinya dan ingatlah kalau ini akan berlalu dalam beberapa bulan ke depan.

Setelah tahu bahwa ini merupakan salah satu fase normal yang dialami bayi, Mommy tidak perlu terlalu panik. Hadapi dengan tenang ya, jangan malah kepancing emosi karena merasa si kecil lebih rewel dan susah ditinggal, karena bisa memperparah kondisi baby jadi semakin jengkel hingga frustasi melalui fase ini.

Ada beberapa cara yang sudah aku terapkan dan cukup berhasil saat menghadapi fase Separation Anxiety pada Yusuf, antara lain:
1. Bangun kepercayaan dengan bayi
Beri pengertian/pamit terlebih dahulu kepada bayi jika kita hendak meninggalkannya sebentar. Misal hendak ke kamar mandi, pamit: “Sebentar ya, mama pispis dulu.” Daripada langsung meninggalkannya begitu saja, akan membuat dia semakin cemas dan kurang percaya dengan kita, karena merasa dapat ditinggalkan sewaktu-waktu bila tidak didekatnya.
2. Biasakan untuk tak sedikit-sedikit nongol (terlihat mengintipnya *kalau tidak terlihat berarti masih ditolerir hehe) jika sudah pamit dan menitipkan anak kepada papa/orang terdekat lain. Karena kalau sudah ketahuan nongol lagi, baby bakal lebih ngerengek hingga histeris minta didatangi.
3. Buat rutinitas/kode tertentu sebelum meninggalkannya. Mengatakan “daa daah, sambil melambaikan tangan”, atau mengatakan “5 menit, ya sambil melambai-lambai” juga bisa diterapkan sebagai kode sebelum meninggalkannya.
4. Buatlah suasana menyenangkan sebelum beranjak meninggalkannya. Bayi diatas 6 bulan sudah dapat diberi mainan yang dapat mengalihkan perhatiannya dari rasa cemas bila ditinggalkan. Peluk, cium, serta ajak bayi bicara dengan menceritakan kemana kita akan pergi dan kapan akan kembali jika akan pergi meninggalkan rumah.
5. Pastikan bayi senantiasa dalam kondisi aman dan nyaman saat kita tinggalkan, entah dalam waktu singkat ataupun cukup lama.
6. Respon cepat dan tenangkan. Bila si kecil sering terbangun saat tidurnya untuk mencari keberadaan Mommy, segera respon dan tenangkan dengan suara lembut atau tepukan ringan yang menandakan keberadaan Mommy di sampingnya.

Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, bahwa tiap bayi dapat berbeda dalam merespon rasa cemasnya. Sabar dan tetap semangat membantu si kecil lewati fase ini ya Mom, karena dukungan Mommy dan orang terdekat, akan membuat bayi mudah melewatinya. Dengan bantuan optimal Mommy, bayi pun akan lebih tenang dan tak sampai frustasi jika memasuki fase separation anxiety ini 😊.

 

 

Referensi:

https://www.motherandbaby.co.id/article/2014/11/8/2772/Bayi-Takut-Berpisah-Dari-Ibunya

Leave a Reply