Bahagianya Menjadi Seorang Ibu

Alhamdulillaah.. alhamdulillah segala puji bagi Allah. Syukur alhamdulillah ku ucapkan tiap kali liat wajah lucu si kecil yang kini nggak kerasa sudah berusia 3 bulan lahir di dunia 😍. Tiap kali mandangin lekat-lekat, aku kadang suka bertanya-tanya, cepat banget ya tiba-tiba kamu uda besar gini nak, uda 3 bulan.. biasanya kemarin-kemarin kamu masih ada di perut, bikin asyik ngebo alias tiduuur aja bawaanya tiap pagi, tapi sekarang mana sempat tidur 😂. Hihi padahal masih 3 bulan ya, rasanya cepet banget. Kalau seharian ngitungin jam kamu nggak mau bubuk, melek, ngajak main terus rasanya lamaa banget jam muternya. Eh tapi giliran bulan demi bulan yang lewat, wusss kerasa cepet gitu lajunya.

Syukur alhamdulillah setelah 1 tahun 3 bulan penantian setelah menikah, akhirnya kamu ada di perut mama. Yang menanti pastinya bukan cuma mama papa, tapi juga eyang, saudara, dan orang-orang yang selalu bertanya 😝. Emang kebiasaan mungkin ya, orang sini suka tanya, kalau belum nikah ditanyain kapan nikahnya? Uda nikah, belum punya anak ditanya kok belum punya momongan? Eh baru aja punya momongan udah ditanya, kapan punya adik? Sekalinya punya adik, dibilang jangan banyak-banyak 😂. Sabar ya buat yang pernah ngalamin, anda senasib dengan emak-emak pada umumnya 😘

Ngerasain jadi seorang ibu rasanya amazed banget! Kita jadi baru bener-bener tahu gimana perjuangan ibu kita, kasih sayang beliau yang tanpa syarat, setelah kita masuk fase ini, jadi seorang ibu. Kalau lagi gendong si kecil, peluk cium dia, dan nenangin kalau lagi rewel, jadi keinget sama ibu, kepikiran pasti beliau dulu juga gitu ya dengan sabar nan telaten besarin aku. Bahkan kita juga jadi ngerasain loh, sayangnya ibu yang tanpa syarat itu ketika anak kita sakit/merasa kesakitan, kita akan berdoa, “ya Allah daripada dia yang sakit mending sakitnya buat aku aja, kasihan anakku masih kecil.” Ya nggak mom? Atau kalau ada nyamuk dan semut di deketnya, kita bakal posesif banget harus pastiin dia terjauh dari serangan dua makhluk kecil itu, hehe.

Jadi seorang ibu juga bakal bikin kita belajar lebih sabar. Sabar saat berusaha nenangin dia yang lagi nangis/rewel, sabar jam tidur dan istirahatnya berkurang, sabar bila harus beberapa kali bangun malam, dan senantiasa sabar menemani dia untuk terus tumbuh besar 💕. InsyaaAllah kalau kita ikhlas bisa menjadi ladang pahala bagi kita.

Kehadiran si kecil membuat dunia kita lebih berwarna. Suasana jadi lebih ramai dengan celoteh, tangis, dan tawaya. Setiap hari adalah petualangan bersama. Bernyanyi bersama, bercerita, bermain, dan mengobrol bersama-sama. Rasanya nggak kesepian lagi, ditinggal suami bekerja karena ada si kecil yang menemani, hihi. Semoga kamu sehat selalu ya, nak ❤❤❤

Daan buat mommy baru biasanya ngerasin jetlag dari yang punya banyak waktu me time, tiba-tiba dituntut berubah menjadi harus bisa mengurus si kecil, agar nggak terlalu stres, berikut ada beberapa triknya:

1. Buat jadwal kegiatan harian, ini akan memudahkan dan mengingatkan kita tugas-tugas penting yang harus kita lakukan sebagai ibu baru setiap harinya.

2. Tentukan skala prioritas, yang dirasa lebih penting dan mendesak baiknya didahulukan daripada yang kurang mendesak atau kurang penting.

3. Sempatkan waktu istirahat, di kala si kecil tidur tak ada salahnya mommy ikut istirahat sejenak untuk isi batrai tenaga kembali 😊

4. Selingi waktu istirahat dengan melakukan hal-hal ringan yang disukai, seperti membaca buku favorit, menulis diary, atau mendengarkan lagu kesukaan sambil minum coklat hangat, hmm nikmat.

5. Berbagi tugas menjaga si kecil dengan suami ketika malam hari, saat si kecil bangun dan butuh ganti popok atau ditenangkan, mommy bisa minta bantuan suami. Nah kalau dedek minta ASI, baru kita tangani lagi 😉

Menjadi seorang ibu itu penuh tantangan sekaligus mengasyikkan. Masa-masa menemani bayi terkadang melelahkan, namun sayang bila kita lewatkan begitu saja. Maksimalkan dan nikmatilah peranmu, Ibu!🙌

Leave a Reply