Baby walker, bahaya atau tidak untuk bayi?

Di usia Yusuf yang telah menginjak 10 bulan lebih ini, alhamdulillah telah banyak perkembangan yang ditunjukkannya. Dari yang sebelumnya ogah-ogahan untuk merangkak, kali ini dia lebih aktif untuk merangkak kesana-kemari. Tak hanya merangkak, namun ia juga semakin jago untuk berusaha berdiri sendiri. Saat dimasukkan box kemarin, kami dibuat takjub karena tiba-tiba ia dapat berdiri dengan kedua tangannya memegang pinggiran baby box-nya. Ia juga semakin lincah berjalan dengan bantuan baby walker yang kami coba berikan untuknya.

Wah ngomongin tentang baby walker, memang banyak pro kontra baik tidaknya penggunaan baby walker pada bayi. Di satu sisi ada yang berpendapat kalau memberikan baby walker pada bayi dapat berdampak buruk bagi perkembangannya, bahkan memicu bahaya kecelakaan saat digunakan. Di sisi lain, banyak pula kita temukan orangtua yang memberikan baby walker untuk bayinya sebagai alat stimulus perkembangan bayi untuk melatih kemampuan berdiri dan berjalan bayi. Nah, new mom biasanya jadi galau nih, baiknya si anak dikasih baby walker, nggak ya?!

IMG20180604094229.jpg

Hihi aku pun awalnya juga galau bin bingung, searching sana searching sini untuk cari informasi, juga banyak tanya sana-sini, khususnya ke teman-teman dan tetangga yang menggunakan baby walker untuk bayinya. Dari hasil investigasi ringan yang udah kulaikuin ala detektif dadakan #eaaa, aku berhasil nemuin beberapa informasi menarik seputar penggunaan baby walker untuk bayi. Jadi kita sebagai Mommy bisa mempertimbangkanya dulu sebelum akhirnya membeli.

Baby walker sebenarnya memiiki fungsi sebagai alat untuk membantu dan mempermudah pergerakan bayi, bukan mempercepat kemampuan bayi untuk segera bisa berjalan. Karena aku pun percaya, kalau setiap milestone anak berbeda-beda waktunya, begitupun dengan tahapan kemampuan bayi, entah itu dalam merangkak atau berjalan. Nah ada saatnya si bayi nanti akan bisa berjalan kalau memang dia sudah benar-benar siap dan mampu menopang badannya. Selain pertumbuhan dan perkembangan dari dalam dirinya, seringnya stimulasi / rangsangan yang kita berikan sangat penting untuk melatih kemampuannya dalam berjalan. Nah, kira-kira baby walker bisa jadi salah satu alat stimulus, nggak ya?!

Ada beberapa manfaat / keuntungan penggunaan baby walker untuk bayi, dan yang aku tulis disini memang yang sudah aku rasain ya, Mom.
1. Sebagaimana fungsinya, dengan menggunakan baby walker, anak akan lebih mudah bergerak dan bergeser kesana-kemari. Ia akan senang karena bisa menjelajah rumah dan mendatangi benda yang ingin diraihnya. Karena memang di usia 6 bulan keatas, rasa penasaran bayi mulai tinggi dan ia ingin bisa kesana-kemari meraih ini dan itu. Nah disinilah peran orangtua untuk selalu mengawasi bayi dan menyingkirkan benda-benda berbahaya yang kemungkinan dapat diraih oleh bayi.
2. Saat menggunakan baby walker, perhatian bayi dapat dialihkan sejenak dari orangtuanya, karena ia akan asyik melakukan penjelajahan dengan baby walker-nya. Hal ini juga dapat mengatasi kebosanan bayi dan memenuhi keinginannya untuk dapat berdiri dan berjalan dengan bantuan baby walker.
3. Dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuannya berdiri
Hal ini dapat dicapai bila tinggi badan anak sudah cukup untuk menggunakan baby walker (kaki tidak menggangung / tidak dalam keadaan berjinjit), dan anak memang sudah menunjukkan kesiapan dalam berdiri. Kesiapan ini biasanya ditandai dengan kondisi kaki anak yang telah kuat menapak tanah, ia selalu ingin / minta diberdirikan.

Selain keuntungan penggunaan baby walker tersebut, memang juga terdapat kerugian jika penggunaannya kurang tepat, diantaranya:
1. Dapat memicu kecelakaan. Hal ini bisa terjadi apabila kurangnya pengawasan dari orangtua saat anak menggunakan baby walker. Memang sih Mom, bayi akan asyik bermain kesana-kemari, tapi jangan sampai tidak diawasi sama sekali loh ya?! Bayi bisa terjatuh jika melintas di jalan turunan / daerah tangga rumah, atau saat ia berusaha keras meraih sesuatu dengan posisi dalam baby walker, wahhh bisa terjungkal kalau luput dari pengawasan.
2. Pemaksaan penggunaan baby walker pada bayi yang kurang umur / belum menunjukkan tanda kesiapan berdiri dan berjalan, disinyalir dapat mengganggu pertumbuhannya, terutama bagian kaki bayi. Bila baby walker terlalu tinggi untuk si bayi juga bisa memicu bayi untuk berjalan jinjit bukannya menapak. Selain itu, roda pada baby walker yang membuatnya mudah bergerak kesana-kemari bisa membuat bayi malas berdiri dan berjalan, tapi malah asyik menyeret kakinya dan membuatnya bergerak dengan bantuan roda.

Melihat beberapa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan baby walker tersebut, ada beberapa tips jika Mommy tetap ingin memberikan baby walker pada si kecil.
1. Pemakaian baby walker sebaiknya saat bayi sudah menunjukkan kesiapan dalam berdiri dan berjalan. Kami baru mencoba memberikan baby walker pada Yusuf saat usianya memasuki 9 bulan. Saat itu dia sudah ingin berdiri terus. Dan adanya baby walker membantunya asyik berdiri tanpa harus mama pegangi terus, hihi.
2. Selalu awasi anak saat menggunakan baby walker. Walau memang perhatiannya telah teralihkan dengan asyik menjelajah ruang dan bermain sendiri kesana-kemari, jangan lengah untuk senantiasa mengawasi anak agar resiko kecelakaan dapat dicegah.
3. Pastikan ruang dan benda yang dapat dijangkau anak saat menggunakan baby walker telah aman. Singkirkan benda-benda membahayakan di sekitarnya. Pastikan juga Mommy memberi batas ruang bermain anak agar ia tak bisa menjelajah ke ruang rumah yang tidak Mommy inginkan, misal: ke dapur atau kamar mandi.
4. Atur ketinggian baby walker dengan tinggi anak. Beberapa baby walker memiliki fasilitas pengaturan tinggi yang bisa disesuaikan dengan tinggi sang bayi. Sebaiknya atur agar anak tidak berjalan jinjit saat menggunakannya. Atur senyaman bayi Mommy menggunakannya. Selain menggunakan baby walker sebagai alat bantu, jangan lupa juga untuk menstimulasi bayi berdiri dan berjalan dengan bantuan langsung (berpegangan pada orangtua) hal ini memiliki kelebihan dalam membangun bonding lebih erat dengan si bayi, juga membuat Mommy dan bayi tak melulu tergantung pada baby walker. Jadi pakainya bisa diselang-seling ya Mom! 😉

Leave a Reply