6 Amalan Sunah di Bulan Ramadan

Hai Mom! Tak terasa ya, kali ini sudah hampir masuk hitungan puasa ke-20. Rasanya sayang sekali jika kita tidak memaksimalkan waktu yang ada untuk beribadah secara maksimal di bulan suci ini. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan, selain melaksanakan amalan wajib dengan baik, amalan-amalan sunah ini juga bisa dilaksanakan sebagai penyempurna dan pelengkap amalan/ibadah wajib kita di bulan Ramadan. Apa sajakah amalan sunah yang bisa kita kerjakan di bulan Ramadan?

1. Shalat Tarawih dan Witir

Shalat tarawih adalah shalat pada malam hari yang hanya dikerjakan saat bulan Ramadan. Hukum dari shalat tarawih adalah sunah muakkad. Sedangkan salat witir hukumnya sunnah dan dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup shalat malam.

“Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah telah menfardhukan puasa Ramadhan dan aku telah mensunahkan shalat dimalam harinya. Karena itu, barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan shalat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

2. Menyegerakan berbuka puasa

Segera berbuka ketika datang waktunya tiba ternyata mengandung pahala amalan sunah.  Berikut sabda Rasulullah dalam sebuah hadis: “Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah SAW selalu mendahulukan berbuka dengan makanan manis. “Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.”

3. Makan sahur

Usahakan untuk selalu makan sahur, walau hanya sedikit, karena makan sahur sangat dianjurkan dan merupakan salah satu sunah di Bulan Ramadan. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya sebiji kurma.”

4. Memberi makan orang berbuka

Memberi makan orang berbuka puasa merupakan perbuatan terpuji, menunujukkan kedermawanan dan rasa peduli terhadap sesama saudara muslim, karena saat waktu berbuka tiba, belum tentu orang lain saat itu memiliki makanan yang bisa dimakan untuk berbuka. Hal ini juga menjadi salah satu amalan sunah di bulan Ramadan.

Dalam sebuah hadis disebutkan keutamaan memberi makan untuk orang berbuka: “Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (HR Nasa’i dan Tirmidzi)

Hadits dari Imam Muhammad Al-Baqir berkata “Memberi makanan orang berbuka puasa kepada orang yang sedang berpuasa lebih aku sukai daripada membebaskan ini dan itu seperti dibebaskannya Nabi Ismail as. Dari penyembelihan ayahnya, Nabi Ibrahim”

5. Memperbanyak sedekah

Islam selalu menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah, karena sedekah merupakan salah satu jalan mengentas kemiskinan di masyrakat. Sedekah juga merupakan amalan yang amat dicintai oleh Allah. Kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana tertulis dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744).

6. Itikaf di masjid atau mushola

Itikaf berarti berdiam diri di masjid/mushola. Itikaf merupakan salah satu amalan sunah yang mendapat kesitimewaan di bulan Ramadan.“Nabi Saw itu mengerjakan i’tikaf dalam setiap bulan ramdhan sebanyak sepuluh har. Ketika pada tahun beliau SAW dicabut ruhnya, yakni tahun wafatnya. Maka, beliau SAW mengerjakan itikaf sebanyak dua puluh hari” (HR. Bukhari)

Leave a Reply