6 Manfaat Penting Mencatat Keuangan Keluarga

Sudahkah Mommy melakukan pencatatan pengeluaran keuangan hari ini? Lah yang tanya ini, sudah atau belum? Hihi kalau saya untungnya sudah, baruuu aja kelar. Memang sih awalnya perlu pasang alarm pengingat dulu di hari-hari awal menerapkan kebiasaan pencatatan keuangan harian keluarga, agar tidak sampai kelupaan dan bisa terbiasa. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pencatatan? Kalau ini bisa disesuaikan dengan waktu paling memungkinkan untuk Mommy melakukannya.

Biasanya agar tidak sampai kelupaan, mencatat setiap pengeluaran bisa dilakukan sesaat setelah kegiatan penggunaan / transaksi uang dilakukan. Bisa juga dilakukan secara khidmad (tanpa distorsi si kecil dan kerjaan rumah lain, ehehe) di malam hari sebelum tidur seperti yang saya lakukan ini. Namun perlu diingat, bila mengandalkan cara kedua, maka Mommy harus ingat betul rincian pengeluaran secara detail yang dilakukan seharian tadi. Silakan dipilih dan diterapkan yang dianggap paling gampang versi Mommy aja ya! πŸ˜‰ Eitsss Mommy tidak disarankan untuk menggunakan cara rapelan alias baru melakukan pencatatan setelah beberapa hari atau beberapa minggu sekaligus ya, Mom. Cara yang terakhir ini bisa menyulitkan Mommy melakukan pencatatan secara valid dan terperinci, apalagi jika tiap harinya adaa aja transaksi keuangan keluarga yang dilakukan, bisa-bisa isinya malah banyak mengarang bebas karena lupa harga pas-nya, hihi.

Oh iya, menurut Mommy, penting atau nggak sih melakukan pencatatan keuangan secara berkala? Membuat laporan keuangan keluarga emang penting ya?! Apa aja manfaat yang bisa kita peroleh jika konsisten melakukan pencatatan keuangan keluarga secara tertib dan konsisten? Yuk kita intip berbagai manfaatnya untuk keluarga kita!

1. Mengetahui secara rinci ke pos mana saja uang kita selama ini banyak digunakan.

Dengan konsisten melakukan pencatatan keuangan, Mommy akan tahu untuk apa saja uang digunakan selama rentang waktu tertentu, misal dalam satu bulan, Mommy bisa melihat kategori penguaran apa yang banyak menyita keluarnya uang selama ini.

2. Sebagai bahan evaluasi bulanan bersama pasangan.

Melalui catatan keuangan keluarga, Mommy dan Daddy bisa menggunakannya untuk mengevuasi aktivitas transaksi keluarga yang telah dilakukan, apakah sudah dilakukan dengan bijak, ataukah masih banyak kebocoran dengan membeli barang yang kurang dibutuhkan misalnya, atau bisa juga untuk mengevaluasi agar besar pasak tidak lebih daripada tiang alias besar pengeluaran harusnya tak melebihi pendapatan.

3. Menjadi alat kontrol keuangan keuarga.

Setelah melakukan evaluasi melalui catatan keuangan keluarga yang telah dibuat, maka selanjutnya Mommy dan keluarga bisa melakukan seleksi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang kurang perlu dan fokus untuk mendahulukan kebutuhan yang menjadi prioritas lebih dahulu.

4. Dari setiap pencatatan transaksi yang dilakukan, bisa dijadikan acuan dan dasar perbandingan harga.

Keuntungan yang sering saya gunakan nih Mom, saya bisa melakukan perbandingan harga produk dari toko A dengan toko B, bisa juga mengetahui apakah barang A telah mengalami kenaikan / penurunan harga dari bulan sebelumnya. Darimana? Ya dari melihat history catatan keuangan yang telah dibuat sebelum-sebelumnya.

5. Melatih keluarga untuk bijak dan cerdas dalam menggunakan uang.

Melakukan pencatatan keuangan dengan tertib akan membuat Mommy dan keluarga bisa tahu secara pasti besarnya pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan, mengetahui secara pasti dari mana dan kemana alur uang kita, sehingga akan lebih berhati-hati dalam mengelola uang yang ada.

6. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat rencana anggaran keuangan keluarga di masa mendatang.

Evaluasi terhadap catatan keuangan keluarga sebaiknya dilakukan minimal setiap bulannya, agar selanjutnya dapat diterapkan rencana anggaran yang strategis bagi keuangan keluarga. Keberadaan rencana anggaran keuangan keluarga sama pentingnya dengan catatan keuangan keluarga, karena dari perencanaan inilah kita bisa melakukan prediksi dan “pengamanan” keuangan berdasarkan pos-pos keuangan yang telah dibuat. Misalnya saja dengan perencanaan prioritas pos Zakat Mal, biaya masuk sekolah Kakak, biaya bayar listrik, dan sebagainya.

Waaah banyak banget khan manfaatnya Mom?! Yuk mulai buat catatan keuangan keluarga sekarang juga! Jangan ditunda-tunda, nanti akan lupa, bisa-bisa tak akan pernah terlaksana 😁. Hihi.

Leave a Reply