6 Manfaat Dongeng untuk Kecerdasan Anak

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat juga cerdas, begitu pula dengan Mommy kan?! Apa sih sebenarnya difinisi cerdas itu? Anak cerdas itu anak yang seperti apa sih Mom?! Apakah yang selalu diindentikan dengan nilai 100 di pelajaran matematikamya adalah anak cerdas? Atau yang jago dalam melafalkan bacaan-bacaan sulit? Hayoo apa yaa arti cerdas itu? Anak cerdas itu yang gimana ya?

Hehe biar nggak semakin bingung, mari coba kita uraikan kata “cerdas” ini. Saya mengartikan anak cerdas itu adalah anak yang memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam suatu bidang. Bidang apakah itu? Bidang apapun, secara spesifik tentunya, bisa jadi di bidang olahraga, di bidang bahasa, dan lain sebagainya. Sayangnya, terkadang banyak orang yang masih mengaitkan kecerdasan anak dalam tingkat akademik saja, padahal kecerdasan itu beragam. Bila seseorang pandai dalam bidang matematika dan hafalan, bisa jadi dia memiliki kecerdasan intelegensi (IQ) yang baik. Namun perlu juga diingat bahwa selain kecerdasan intelegensi, masih ada 9 jenis kecerdasan majemuk yang bisa dimiliki oleh tiap individu, termasuk anak-anak kita.

Berikut 9 jenis kecerdasan anak yang biasa disebut dengan Multiple Intelligence :
1. Kecerdasan verbal, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang dan kemampuan bahasa.
2. Kecerdasan matematis, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang logika matematika.
3. Kecerdasan visual-spasial, yaitu anak memiliki potensi dan kemampuan dalam bidang imajinasi.
4. Kecerdasan musik, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang musik.
5. Kecerdasan kinestetis, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang olah tubuh.
6. Kecerdasan spiritual, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang religi.
7. Kecerdasan natural, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang kepekaan terhadap alam.
8. Kecerdasan interpersonal, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang sosial dan pergaulan.
9. Kecerdasan intrapersonal, yaitu anak memiliki potensi, kemampuan, dan keunggulan dalam bidang pengaturan dan manajemen diri.

Wah banyak sekali ya ternyata jenis kecerdasan manusia. Dan di setiap diri individu telah Tuhan install-kan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada potensi yang beragam pada setiap anak-anak kita, Mom. Jadi tidaklah bijak jika kita membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain yang mungkin cerdas di bidang A, tapi kurang menguasai untuk urusan bidang B. Tugas kita sebagai orangtua adalah terus memberikan stimulasi kepada buah hati agar kecerdasan yang dimilikinya terus terasah dengan baik. Salah satu cara yang dapat Mommy lakukan untuk merangsang kecerdasan anak adalah dengan cara mendongengkannya.

Aktivitas mendongeng dapat merangsang kecerdasan dominan yang dimiliki oleh anak. Pilihan bacaan dan banyaknya media dongeng pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kegemaran masing-masing anak. Misalnya saja dongeng tentang pelukis untuk mengenalkan dan menstimulasi anak yang memiliki minat besar pada seni lukis, dan lain sebagainya. Rutin mengenalkan anak tentang banyak hal melalui kegiatan membaca bersama dan mendongengkannya akan merangsang imajinasi sang anak sekaligus membantu proses stimulasi kecerdasan majemuk dominan yang dimilikinya.

Mendongeng sudah menjadi tradisi sejak jaman nenek moyang kita. Banyak pelajaran moral yang diajarkan melalui kegiatan mendongeng. Sayangnya, seringkali kesibukan kita sebagai orangtua malah melupakan rutinitas yang banyak sekali manfaatnya bagi anak kita ini.

Yuk kita intip kira-kira apa saja manfaat dari aktifitas mendongeng bagi si kecil?

1. Merekatkan hubungan orangtua dan anak.
Interaksi intens yang kita lakukan saat mendongeng pada anak dapat membangun hubungan kita semakin erat dengan si anak, karena jelas saat mendongeng, perhatian kita sebagai pendongeng maupun anak yang mendengarkan akan saling terfokus satu sama lain.

2. Membantu anak, terutama bayi untuk mengeksplor kosa kata baru.
Melalui aktifitas ini, anak akan belajar banyak kosa kata baru dari cerita yang kita sampaikan padanya.

3. Membantu anak untuk dapat menangkap pesan moral yang ingin kita sampaikan melalui dongeng. Hal ini sekaligus menjadi cara mudah dan menyenangkan bagi orangtua untuk memberikan nasehat kepada sang anak.

4. Melatih kreatifitas dan kecerdasan otak anak melalui alur cerita yang kita sampaikan. Anak akan menebak-nebak alur cerita selanjutnya dari dongeng yang kita bawakan.

5. Membudakan anak untuk senang membaca dan pandai bercerita sedari dini.
Kebiasaan Mommy yang sering membacakan dan mendongeng dari buku akan melekat di pikiran sang anak, sehingga anak juga akan mudah untuk meniru kebiasaan baik ini. Beragamnya kosa kata yang digunakan dalam proses mendongeng pun akan menstimulasi kecerdasan linguistik (bahasa) anak.

6. Memberikan rasa senang dan kenangan yang akan berbekas pada anak nanti. Hal ini juga dialami oleh penulis. Pengalaman pernah didongengi oleh orangtua dan kakek nenek dulu masih terus berbekas hingga usiaku kini, hihi.

Nah, banyak sekali kan manfaat dari mendongeng?! Lantas media apa saja yang bisa gunakan untuk mendongeng? Berikut contoh media yang telah kugunakan untuk mendongeng bersama anakku, Yusuf, yaitu buku seri bergambar, boneka tangan dengan karakter binatang, dan bola berbagai warna bisa dimanfaatkan sebagai media dongeng sekaligus alat stimulasi kecerdasannya. Ini juga bisa Mommy gunakan loh sebagai referensi mendongeng bareng si kecil! πŸ˜‰

Leave a Reply