Self Healing, 1 dari 5 Alasan yang Harus Kamu Tahu Kenapa Menulis Blog itu Penting!

Ada banyak alasan kenapa seseorang memilih untuk menulis, menjadi seorang penulis, atau sederhana saja, sekedar ingin melakukan aktivitas menulis. Media yang digunakan dalam melakukan aktivitas merangkai kata ini pun juga beragam loh, salah satunya adalah melalui platform blog. Seperti yang kini kulakukan, memilih untuk menyempatkan waktu di sela-sela kesibukan sebagai seorang istri dan ibu, untuk memenuhi baris update pada laman blog pribadi.

Lelysejati.com, disinilah kini aku mengabiskan secuil waktuku untuk berbagi. Awalnya aku memulai untuk blogging dengan memanfaatkan platform blog gratisan, yaitu lelysejati.wordpress.com. Hingga akhirnya kuputuskan untuk menekuni dunia blogging dengan serius, di bulan September 2018 lalu aku bermigrasi ke blog berdomain pribadi, menggunakan TLD (Top Level Domain) dengan alamat lelysejati.com. Tidak mudah memang untuk menata kembali traffic yang telah lama terbentuk. Namun aku yakin, dengan migrasi yang kulakukan ini akan semakin memompa semangat blogging-ku, lagi dan lagi. Semoga saja, hehe.

Aktif blogging tentu saja akan menyita sebagian waktu, tenaga dan pikiran kita. Tapi kenapa masih banyak orang mau-maunya menulis blog ya?! Bahkan para Mommy di luar sana yang bisa dibilang punya agenda padat merayap ngurus rumah tangga pun banyak yang menyempatkan diri berkutat dengan blog masing-masing. Sebagaian besar sudah bergelar blogger profesional malah! Wah-wah ada apa dengan blogging?

Kali ini aku akan berbagi beberapa alasan terbesarku kenapa memilih untuk menulis, terutama menulis pada media blog, alias blogging. Alasan untuk serius blogging ini siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk ikut mulai menulis blog. Langsung aja deh ya!

Berikut 5 alasan terbesar kenapa menulis blog itu penting untukmu!

1. Self Healing

Menulis dapat dijadikan sarana terapi diri. Dengan menulis, kita dapat menumpahkan isi hati dan pikiran kita sebebas-bebasnya. Bahkan banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa menulis sebagai salah satu cara self healing yang baik untuk menghindarkan kita dari stres hingga depresi. Saat pikiran dan perasaan terasa penuh sesak dengan berbagai unek-unek, sebelum akhirnya meledak, salurkan saja melalui tulisan. Bahkan aku pernah membaca sebuah petikan pengalaman seorang psikolog yang mencoba menghapus trauma seseorang melalui aktivitas menulis secara berkelanjutan. Dan hasilnya? Sedikit demi sedikit trauma bisa diatasi. Nah aku pun juga telah merasakan efek self healing ini saat aku menulis. Saat aku merasa penat, kurangkai rasaku dalam baris dan kata. Ajaib! Perasaan dan pikiran jadi lebih plong loh, Mom! Coba deh buktikan 😊

2. Mengikat ilmu dan makna

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. “Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat,” ( Imam Syafi’i). Begitulah bunyi salah satu pepatah menulis yang amat terkenal dan memang benar adanya. Bayangkan saja saat kita telah banyak mendapat ilmu, entah melalui membaca, mendengar, atau melihat secara langsung, maka kemungkinan ilmu itu hilang akan sangat besar jika kita tidak segera mencatat, menuliskannya. Mungkin sekarang masih jelas ingat saat tak lama setelah menerima ilmu, tapi besok, sebulan kemudian, tahun-tahun kemudian, masihkah dengan ingatan yang sama? Sayang sekali jika ilmu yang telah kita dapat hilang dan berhembus tanpa jejak begitu saja. Sama halnya dengan peristiwa dan hikmah yang kita alami, kita bisa mengikat makna dari setiap pelajaran yang telah kita peroleh. Tulis, ikatlah ilmu dan makna yang ada, jadikan ia abadi dalam peradaban. Karena suatu saat, nama akan hilang, tapi tidak untuk tulisan.

3. Sarana berbagi

Menulis bisa dijadikan sebagai kegiatan berbagi dan menebar manfaat dari tulisan yang buat. Dari tulisan, kita bisa berbagi informasi, ilmu pengetahuan, pengalaman yang penuh hikmah, atau bahkan cerita lucu yang bisa menghibur. Apapun jenis tulisan yang kita buat dan bagikan, niatkan untuk berbagi hal-hal positif yang harapannya dapat berguna untuk orang yang membacanya. Menulis yang bermanfaat dapat dinilai sebagai amal jariyah loh, yang keberkahannya tak akan putus walau penulis telah tiada.

4. Me time

Hampir sama dengan alasan menulis sebagai self healing, kegiatan ini juga dapat kita manfaatkan sebagai sarana “me time”, mengistirahatkan diri sejenak dari hiruk pikuk rutinitas yang kadang kala melelahkan. Mengambil jeda dan menyempatkan waktu untuk menulis sebagai sebuah hobi / kegiatan yang menyenangkan, maka akan membuat pikiran, hati, dan raga menjadi segar kembali. Dengan menulis di blog alias blogging, kita bisa menambah relasi, bertukar pikiran, dan melakukan kegiatan mengasyikkan bersama teman-teman sesama blogger loh. Gimana, gimana? Salah satu me time yang berkualitas, bukan?!

5. Sumber penghasilan

Nah ini dia salah satu alasan yang bisa dibilang cukup menggiurkan. Cukup?! No, no, no! Sangat menggiurkan! Gimana nggak, paket lengkap 4 alasan dan benefit yang kita dapat kalau kita blogging, kemudian dapat bonus di alasan kelima ini, hihi. Seperti melakukan sebuah hobi dan kesenangan yang dibayar, kegiatan blogging bisa dijadikan sebagai ladang penghasilan. Tawaran menjadi buzzer, influencer, content creator, designer grafis, gosh writer, hingga book writer pun bisa bermula dari kegiatan blogging loh. Ah masa iya? Yass! Sudah banyak contohnya, silahkan dicari sendiri yaa hahaha. Kenapa bisa? Karena dengan aktif melakukan kegiatan blogging, maka kreatifitas dalam menulis akan terasah. Tapi hal ini nggak bisa didapatkan dengan cara instan ya, butuh konsistensi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah untuk terus memperbaiki kualitas. Untuk mencapai ke level ini, kita juga harus paham apa alasan terbesar kita menulis di blog, kemudian jadikan alasan itu sebagai pelecut untuk terus menulis. Ingat, hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Keep the spirit high! 💕

Jadi, sudahkah kamu menemukan alasan terkuatmu untuk menulis blog? Teruslah menulis, teruslah berbagi inspirasi dan hal-hal positif di sekitarmu. Jangan biarkan setiap ilmu berhenti di kamu, sebarkan dengan niat kebaikan, dan ukir jejak dalam peradaban.

2 comments

Leave a Reply