3 Fakta Rutinitas sebagai Momblogger!

Hai Mom! Kali ini aku nulis masih dalam rangka #BPN30dayschallenge. Tema kali ini adalah menulis tentang 3 fakta seputar diri sendiri. Hmm jadi cerita narsis nih yee. Nggak ding, sharing agar lebih kenal aja ya, Mom!

Kali ini sih aku mau cerita fakta seputar aku, yang saat ini berstatus sebagai istri, sekaligus ibu, dengan kegemaran menulis, khususnya dalam hal blogging. Jadilah cerita seputara 3 fakta seorang momblogger yang mungkin belum kamu tahu, hihi. Bisa jadi sih, apa yang aku lakuin ini sama juga dialami oleh sesama momblogger lain, tapi bisa juga nggak loh. Jadi apa aja fakta seputar momblogger yang satu ini?

1. Alasan menulis
Bila ditanya apa alasan terbesarku dalam menulis, sebenarnya sudah kutuliskan secara lengkap pada artikel sebelumnya, yaitu 5 alasan kenapa menulis blog itu penting, yaitu untuk self healing, mengikat ilmu dan makna, sarana berbagi, penyaluran me time, dan salah satu sumber penghasilan. Kelima alasan itulah yang mendasari alasanku dalam menulis. Aku pun juga sadar bahwa menulis dapat digunakan sebagai jalan amal jariyah seseorang, yang kebermanfaatannya takkan putus jika seseorang telah tiada. Nah disitulah aku berpikir, jika selama hidup aku belum bisa memberi manfaat secara langsung kepada orang lain, aku berharap dari sedikit hal yang kubagi melalui tulisanku dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

2. Membagi waktu dalam menulis
Bila ditanya, bagaimana caraku membagi waktu, menyempatkan diri untuk menulis setiap harinya (kadang juga bolong sih)? Apalagi diantara peran yang dijalankan sebagai seorang istri dan ibu dengan anak balita yang aktif-aktifnya? Memang kuakui tak mudah untuk mengatur jadwal menulis pada awalnya. Selalu saja waktu meleset dengan perkiraan yang kita mau, karena memang berhadapan dengan anak kecil, memiliki waktu bermain dan tidur yang kadang suka berubah-ubah. Belum lagi saat ia bangun, seringkali aku harus ada untuk membersamainya secara utuh, sambil curi-curi waktu beberes saat ia asyik dengan mainannya sendiri. Saat tidur anak tidur, disitulah kesempatanku untuk me time sambil menyempatkan diri untuk menulis, itupun jika aku tak sengaja ikut terlelap karena lelah, hehe. Kadang menyesal sih ya, waktu tertidur harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya. Tapi disitulah saat aku harus berdamai dengan diri sendiri, menerima nikmat istirahat yang sudah dihadirkan Tuhan untukku. Maka, kugeser momen menulisku pada jam lain saat si anak sedang tidur lagi. Kadangkala, kurelakan diri tidur lebih larut untuk sekedar menuntaskan satu per satu tulisan. Ah, Mommy.. bukankah hidup adalah sesuatu yang harus diperjuangkan?! Selalu ada jalan untuk kita yang mau mengusahakan ๐Ÿ˜Š

3. Mendapat inspirasi saat menulis
Kondisi pendukung untuk memacu datangnya inspirasi dan mood dalam menulis berbeda-beda tiap orang. Ada yang memang memerlukan suasana dan tempat tenang, baru bisa lancar menulis. Mood menulis pun seringkali naik-turun. Kadang saat semangat datang menggebu, beberapa tulisan dapat dirampungkan sekaligus. Tapi saat tiba-tiba mood menulis sedang mellow, adaa aja alasan untuk istirahat dulu, cari-cari inspirasi yang akhirnya membuat kegiatan menulis tertunda. Padahal sebenarnya, inspirasi menulis bisa didapat dan diciptakan dari hal-hal disekitar kita loh. Nah kalau udah gini, aku biasa bikin jadwal target nulis biar bisa konsisten, juga membaca bacaan atau quotes seputar menulis yang bisa mompa semangat menulisku lagi.

Leave a Reply